TERUSAN Suez di Mesir kembali diblokir untuk kedua kalinya dalam kurun waktu setahun terakhir. Akibatnya, kapal-kapal yang berlayar yang hendak memasuki rute padat itu terjebak di bagian utara kanal.
Situasi itu mendorong Otoritas Terusan Suez (SCA) membuat pengalihan saat membebaskan kapal. SCA mengkonfirmasi bahwa Coral Crystal, sebuah kapal curah berbendera Panama dengan muatan 43 ribu ton, mengalami masalah saat menuju ke selatan. Kapal itu bergerak dengan kecepatan 12 knot dikelilingi oleh sejumlah kapal besar lainnya.
Beruntung, masalah dapat teratasi sehingga kapal segera berlayar kembali setelah 15 menit perjalanan tertunda.
Baca juga: Sudah Divaksinasi COVID-19, Wisatawan Diizinkan Masuk Mesir Tanpa Tes PCR
"Itu adalah masalah lalu lintas kecil yang diselesaikan dalam waktu kurang dari satu jam," ungkap seorang pejabat kepada surat kabar The National.
Sedangkan situs pelacakan MarineTraffic menunjukkan kapal bergerak lagi menuju Port Sudan di Sudan Timur.
Kanal di Mesir memiliki dua saluran karena proyek infrastruktur multi-miliar dolar Presiden Mesir, Abdel Fattah Al-Sisi pada tahun 2015.
Insiden itu tentu saja terasa seperti deja vu bagi banyak pengguna media sosial setelah peristiwa serupa pada 23 Maret 2021 silam. The Ever Given, kapal sepanjang 400 meter dan lebar 59 meter itu tersangkut di perairan sempit Mesir setelah dihantam angin tiba-tiba.