MARKAS Badan Intelijen Amerika Serikat atau Central Intelligence Agency (CIA) di Virginia dilengkapi dengan museum yang mengoleksi peralatan dunia spionase alias mata-mata hingga barang sitaan dalam operasi intelijen.
Ide museum ini muncul pada tahun 1972. Saat itu mantan Direktur Eksekutif CIA, William E. Colby, memiliki ide untuk membuat museum agensi yang dipenuhi dengan artefak sejarah yang penting.
Baca juga: Lokasi Jatuhnya Pesawat yang Dibajak Teroris 20 Tahun Lalu Dibangun Monumen 9/11
Koleksi CIA sekarang termasuk gadget mata-mata, persenjataan khusus, dan memorabilia spionase yang mencakup asal-usul CIA sebelum Perang Dunia II hingga hari ini.
Meskipun Museum CIA tidak terbuka untuk umum karena lokasinya di Markas Besar CIA, namun pihak pengelola menyediakan situs yang bisa digunakan untukmenjelajahi koleksi unik mereka.
Melalui situs resminya, CIA membagikan foto serta deskripsi singkat mengenai benda-benda yang menjadi koleksi mereka.
Masker gas al-Qa'ida
Salah satunya yang menarik adalah masker gas yang ditemukan di rumah persembunyian al-Qa'ida di Kandahar, Afghanistan.
Baca juga: Eks Prajurit Angkatan Darat yang Lumpuh Mampu Terbang Sendiri dengan Paralayang
Dalam deskripsinya, CIA menyebut bahwa yang ditampilkan di sini adalahs alah satu dari banyak masker gas yang ditemukan di rumah persembunyian al-Qa'ida di Kandahar, Afghanistan, pada Desember 2001. Adapun spesifikasi artefak tersebut 28cm x 24,3 cm x 15,5cm.
Masker al_Qai'da (cia.gov)
Baju pelindung A-12
Ada juga baju pelindung A-12. Pilot A-12 mengenakan jenis setelah tekanan pelindung dengan insulasi termal, kontrol tekanan, pendingin dan sistem pendukung kehidupan.
Baju pelindung A-12 (cia.gov)
Baju ini itu menawarkan perlindungan dari panas yang memancar melalui kaca depan dan dari tekanan dingin dan rendah jika terjadi bailout di ketinggian.