Menjadi Media Komunikasi Sejak Zaman Kemerdekaan, Ini Sejarah Radio Tertua #DiIndonesiaAja

Karina Asta Widara , Jurnalis
Kamis 09 September 2021 18:32 WIB
fOTO : Dok Freepik
Share :

Awalnya, radio ini merupakan radio komunitas yang mengudara pada frekuensi AM. Setelah bertahun-tahun siaran, kemudian pada 2004 Radio Retjo Buntung Yogyakarta beralih ke frekuensi FM 100.55 Mhz. Untuk menyesuaikan dengan Keputusan Menteri Perhubungan nomor KM.15 Tahun 2003 tentang Rencana Induk Frekuensi Radio Penyelenggaraan Telekomunikasi Khusus untuk keperluan Radio Siaran FM (Frequency Modulation), Radio Retjo Buntung kemudian beralih pada frekuensi FM 99,4 Mhz yang hingga saat ini bisa didengarkan hingga 24 jam nonstop.

Radio ini bisa dikatakan sebagai radio tertua di Yogyakarta, karena sudah mengudara hampir 40 tahun. Informasi yang disajikan dikemas dengan sangat khas guna memenuhi kebutuhan hiburan masyarakat di Yogyakarta.

Nah, jika Anda penasaran dengan radio tertua di Yogyakarta ini, Anda bisa datang langsung untuk berwisata, lho! Tak hanya itu saja, serunya lagi, kawasan ini juga dekat dengan berbagai tempat kuliner salah satunya Bakso Bethesda Yogyakarta yang legendaris. Tapi, jika Anda ingin menikmati kuliner legendaris ini #DiRumahAja, Anda juga bisa memesannya secara online melalui aplikasi pesan antar, ya!

Radio hingga kini memang merupakan salah satu media yang bisa menyampaikan berbagai informasi penting dengan cepat dan aktual. Seperti yang yang dikatakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, jika subsektor radio dan musik adalah bagian dari 17 subsektor ekonomi kreatif.

Radio disebutnya sebagai platform industri yang tahan banting dalam menghadapi tantangan dari masa ke masa. Mulai dari melewati masa era televisi, kemudian internet, hingga era digitalisasi. Di tengah pandemi ini, radio diharapkan menjadi media yang mampu membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan tetap memberikan informasi yang akurat bagi masyarakat.

 “Radio terbukti selalu menjadi media yang mampu beradaptasi dengan situasi krisis. Sepanjang sejarah, pada saat terjadi perang, bencana alam besar, dan keadaan darurat kesehatan, radio telah memainkan peran utama. Saya mengajak semua pihak untuk tetap saling tebar semangat optimisme serta menjalankan prinsip gotong royong. Salah satu solusi dari Pemerintah Pusat untuk dapat mengangkat kembali ekonomi kreatif,” ujarnya.

4. Radio Yasmara, Surabaya

 

Foto: Dok imaazzahra.blogspot.com

Radio Yasmara merupakan salah satu radio tertua di Surabaya yang berdiri sejak 1967. Radio ini mengudara dengan gelombang AM frekuensi 1152 KHz yang kini menjadi tolak ukur kumandang azan di surau-surau dan masjid-masjid se-Jawa Timur.

Jaringan siaran Radio Yasmara mampu menjangkau wilayah Banyuwangi dan sekitarnya. Saat ini, Yasmara menjadi satu-satunya radio swasta yang masih eksis sampai sekarang dibanding radio-radio serupa pada zamannya.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya