Kemudian, jangan memberikan masker orang dewasa ke anak-anak. Apalagi si anak yang masih kelas 1 yang tubuhnya masih sangat kecil. Bisa-bisa nanti maskernya melorot atau kendur dan ini menjadi pintu masuk virus ke tubuh.
Soal masker double, usahakan si anak mengenakan masker medis sesuai usianya sebagai masker pertama. Setelah itu, dilapis lagi dengan masker kain yang kembali sesuai dengan ukuran wajahnya.
"Kalau mengandalkan masker kain saja yang tipis, bercak ludah bisa tembus, dan ini artinya virus tetap bisa masuk. Berbahaya sekali," terangnya.
Sebagai penekanan, Prof Soedjatmiko menegaskan bahwa keselamatan anak bukan semata-mata tanggung jawab guru di sekolah, tetapi juga orangtua, guru itu sendiri, dan juga pengawas sekolah.
"Untuk itu, sangat disarankan kepada semua orangtua maupun guru, jika mengetahui anaknya atau ada muridnya yang tampak sakit, jangan dibiarkan keluar rumah. Anak yang sakit tidak boleh berangkat sekolah, begitu juga dengan guru yang sakit, jangan mengajar, karena ini meningkatkan risiko penularan penyakit," tambah Prof Soedjatmiko.
(Dyah Ratna Meta Novia)