SEIRING dengan mulai disebarkannya vaksin di beberapa negara, acara fashion show pun kembali diadakan. Ada beberapa negara yang mulai memperbolehkan acara tersebut berlangsung seperti London, New York, Paris, Milan dan Tokyo.
Meski memiliki persamaan sebagai pusat fashion dunia dan fashion week, lima kota besar ini punya ciri khas gaya busana yang sangat berbeda. Penggunaan bahan, tekhnik jahitan hingga warna menjadi ciri khas masing-masing kota dalam image fashion mereka.
Tidak hanya dipengaruhi oleh perbedaan material atau tone warna, sejarah dan perkembangan fashion di berbagai kota tersebut mempengaruhi style dan juga preferensi gaya para fashionistanya.
Dari fashion Kota Paris, Prancis yang menonjolkan kesan elegan dan refined hingga Tokyo, Jepang yang mengutamakan layer dan lebih eksperimental, berikut perbedaan gaya fashion dari empat kota besar pusat fashion dunia:
London, Inggris
Inti dari gaya fashion London adalah tampilan yang terkesan ‘dapper’ atau rapi. Beragam sejarah fashion yang lahir di kota ini, mulai dari revolusi industri, gaya royal family hingga lahirnya gerakan subculture seperti mod dan punk rock.
Apabila gaya berkelas dengan suit plus oxford bag terlihat di bagian elit kota seperti Sloane Square, fashionista di sebelah timur London lebih menonjolkan gaya hipster a la Saville Row yang dipenuhi dengan warna, motif dan pieces seperti jaket kulit.
Pikirkan perpaduan antara brand Burberry, JW Anderson dan Alexander McQueen. Inti dari gaya fashion London adalah membuat tampilan terkesan ‘preppy’ dengan coat yang dipadukan dengan motif seperti plaids atau floral.