SEEKOR walrus Arktik berbobot 2.000 kilogram bernama Wally kerap membawa petaka bagi kapal yang melintas. Wally pertama kali muncul di Kepulauan Inggris pada akhir Juli dan kedapatan nampak asyik beristirahat di atas speedboot yang ditambatkan.
Di West Cork, Irlandia, Wally sudah menenggelamkan beberapa kapal dalam beberapa hari terakhir.
Dikutip Okezone dari laman News.com.au, sekarang tampaknya mereka telah menemukan solusi untuk memberi waktu istirahat bagi semua orang dengan memberikan mamalia laut itu sofa berukuran besar.
Awal bulan ini, permohonan dari Seal Rescue Ireland menyerukan sumbangan mendesak berupa platform untuk menjauhkan Wally dari kapal-kapal yang melintas.
“Kami mencari platform terapung sebagai tempat pengangkutan yang aman bagi walrus, sehingga ia dapat dipantau secara efektif, terlindungi dari gangguan, dan dicegah kerusakan properti,” demikian bunyi imbauan darurat SRI.
Diyakini telah melakukan perjalanan lebih dari 4.000 kilometer dari Svalbard, Norwegia utara, tidak heran Wally perlu beristirahat. Wally dilaporkan telah merusak tiga kapal yang sedang berlabuh di Dunnycove, Cork dalam waktu kurang dari sepekan, menurut Irish Times.
Baca juga: Ada Serigala Kabur, Kebun Binatang Ini Langsung Ditutup
(Foto: AG News/Alamy Live News)
Namun, kehancuran yang tidak disengaja ini tidak menghentikannya untuk menjadi seorang selebriti. Wally tidak tinggal lama di satu tempat. Dia telah terlihat di Wales, Cornwall, Kepulauan Scilly dan Prancis bagian barat. Ia bahkan telah menjadi komoditi bisnis pariwisata lokal.
Pekan lalu, pemilik tempat tidur dan sarapan Cork, menyumbangkan perahu balon untuk tujuan tersebut. Ia meminta tukang perahu dan pembuat kayak untuk berbagi lokasi dengan Wally untuk memberinya ruang. Mereka bisa dengan mudah melacak Wally melalui tempat tidur terapung.
"Diharapkan ini dapat memancingnya menjauh dari kapal lain untuk mengurangi kerusakan properti, dan kami bekerja dengan masyarakat setempat untuk memantaunya di sana sampai dia cukup istirahat untuk melanjutkan perjalanan panjangnya,” kata Direktur Eksekutif SRI, Melanie Croce dalam sebuah pernyataan.