Sementara itu, lahan 10,2 hektare pada lahan 132,43 hektare untuk zona petualangan (adventure district) akan dibangun hotel, penginapan glamping, area wisata goa, sarana transportasi seperti kereta gantung, ruang hijau publik, dan jalur sepeda lintas hutan.
Ia menambahkan, pengembangan kawasan otorita pariwisata BPOLBF di area hutan produksi masuk dalam prinsip keberlanjutan lingkungan hidup. Hal itu mengacu pada rencana pembangunan yang mana ditetapkan koefisien dasar bangunan dan luas area terbangun sangat rendah di setiap zona guna tetap mendukung fungsi ekologi kawasan hutan tersebut.
Baca juga: Ini 10 Langkah Strategis Labuan Bajo Jadi Wisata Super Premium
Pembangunan kawasan pariwisata otorita BPOLBF juga telah sesuai dengan amanah presiden yang direncanakan sebagai gerbang kawasan Flores dengan menunjukan keunikan budaya dan kondisi alamiah yang terjaga dari visi pariwisata berkualitas Labuan Bajo Flores. Baginya, prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan adalah komitmen BPOLBF dalam mengembangkan kawasan pariwisata berkualitas di hutan Bowosie.
“Dalam pengembangan kawasan otorita, kami melakukan studi hidrogeologi terpadu dan analisis dampak lingkungan sehingga kita bersama-sama bisa menjamin kelestarian 10 mata air yang ada tidak akan mengganggu suplai untuk warga lokal. BPOLBF telah berkoordinasi dengan pihak-pihak ahli untuk bisa memanfaatkan dan menjalankan perpres ini dengan prinsip pembangunan berkelanjutan sehingga kelestarian lingkungan terjaga dan dampaknya bisa dirasakan warga lokal,” tutupnya.
(Rizka Diputra)