Menjadi pertanyaan sekarang, jika mutasi itu terus berjalan, mengapa kita enggak kena kanker? Prof Aru menerangkan, tubuh kita punya pahlawannya.
"Si pahlawan ini bertugas untuk mereparasi atau memperbaiki kerusakan yang terjadi akibat mutasi. Nah, kalau memperbaikinya itu dikalahkan pajanan, kita kena penyakitnya," ungkapnya dengan istilah awam.
"Kalau paru-paru dirusak oleh penyakit lain, misal PPOK akibat merokok, juga infeksi virus seperti Covid-19, kemudian kemampuan tubuh mereparasi sel yang bermutasi kurang baik, maka si jahat yang menang artinya tubuh kita sakit," tambahnya.
(Helmi Ade Saputra)