Film merupakan salah satu dari tujuh belas subsektor ekonomi kreatif di Indonesia. Film garapan seniman lokal yang menampilkan background pemandangan alam ataupun lokasi wisata nan eksotis di beberapa daerah, bisa menjadi obat pelepas rindu bagi Anda yang ingin kembali traveling.
Selama masa pandemi masih berlangsung, Anda harus menunda keinginan untuk bepergian ke berbagai tempat wisata #DiIndonesiaAja. Menyaksikan film #DiRumahAja bersama anggota keluarga juga bisa menjadi referensi untuk wishlist perjalanan wisata Anda, usai pandemi mereda.
Yuk, simak referensi film lokal yang menampilkan pemandangan alam Indonesia nan memesona. Dijamin bikin Anda tetap semangat dan mengusir rasa bosan saat work from home:
1. Ada Apa Dengan Cinta 2
Yogyakarta (Foto: wonderfulimage.id)
Bagi Anda yang kangen sama suasana romantis di Yogyakarta, pas banget kalau menonton film ini saat #DiRumahAja. Kisah romansa Rangga dan Cinta yang jadi tokoh utama di film ini menjadi hal yang seru untuk ditonton.
Selain tentang cinta, di film ini banyak adegan yang juga menceritakan tentang hangatnya reuni dan persahabatan. Jika menonton film ini, maka Anda akan seperti diajak berkeliling di setiap sudut Kota Budaya, Yogyakarta.
Dikenal sebagai salah satu tempat terbaik untuk menikmati sunset, Istana Ratu Boko wajib masuk daftar kunjungan Anda ketika berkunjung ke Yogyakarta. Ada juga Greenhost Boutique Hotel yang ada di Jalan Prawirotaman, Yogyakarta, hotel ini desainnnya sangat instagrammable dan mengusung konsep ramah lingkungan.
Gimana? Menarik bukan? Karna situasi masih pandemi, susun dulu ya itinerary perjalananmu. Sementara #DiRumahAja, tonton film Ada Apa Dengan Cinta 2 melalui platform resmi kesukaan Anda.
2. Filosofi Kopi
Foto: Instagram @malabarmountaincoffee
Film ini pas banget buat jadi inspirasi Anda yang hobi dengan segala sesuatu yang berhubungan sama kopi. Filosofi Kopi menceritakan perjuangan jatuh bangunnya seorang pemilik kedai kopi dalam mempertahankan usahanya. Mulai dari membawa wawasan tentang jenis-jenis kopi, cara pengolahannya, hingga daerah-daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia.
Melalui film ini Anda akan melihat cuplikan perkebunan kopi Malabar yang terletak di daerah Pangalengan, Jawa Barat. Di perkebunan Malabar itu ditanami sekitar tahun 1.800-an tanaman kopi. Dari perkebunan yang terletak di Jawa Barat ini, kopi Indonesia bisa terkenal sampai ke Eropa.
Setelah menonton film ini, Anda akan tahu bahwa Kopi Malabar adalah salah satu jenis kopi yang bisa dijumpai di daerah Gunung Malabar pada ketinggian hingga 1800 meter di atas permukaan laut. Kopi arabika Malabar memiliki beragam rasa dari rasa cokelat, madu, hingga kopi rasa lemon. Penasaran dengan lahan kopi di Malabar? Nanti ya tunggu pandemi mereda. Sruput kopi aja, yuk sambil menonton film Filosofi Kopi di situs atau platform resmi ya!
Baca Juga: Geliat Industri Film Lokal di Tengah Pandemi Covid-19
3. Keumala
Pulau Weh (Foto: Instagram @pulauwehparadise)
Keumala merupakan film drama Indonesia yang dirilis pada 1 Maret 2012. Film ini disutradarai Andhy Pulung serta dibintangi oleh Nadia Vega dan Abimana Arya. Nadia Vega (Keumala) adalah seorang penulis novel yang juga penggemar gambar senja.
Saat divonis dokter mengidap retinitis pigmentosa, penyakit mata yang bisa berujung pada kebutaan, dia memutuskan untuk pulang ke tanah kelahirannya di Sabang, Aceh. Dia memutuskan untuk melakukan perjalanan kesana dengan menggunakan kapal laut. Dari perjalanannya selama di kapal laut, Keumala bertemu dengan seorang pria bernama Langit (Abimana Aryasatya), seorang fotografer yang gemar memotret senja.
Perjuangan Mala menghadapi fakta penyakitnya banyak diselingi adegan yang menyentuh dan berurai air mata. Tonton langsung kisah selanjutnya, ya melalui aplikasi resmi yang ada pada gawai Anda.
Nah, sebagai bentuk promosi wisata keindahan Pulau Weh yang terletak di Sabang, Provinsi Aceh ini, film Keumala berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Beberapa unsur kebudayaan dan tempat pariwisata Aceh pun ditampilkan. Mulai dari penggunaan bahasa Aceh, lalu latar tempat di Masjid Agung Babussalam Sabang, Pasar Sabang, Pulau Rubiah, Tugu Kilometer Nol, serta tak lupa visualisasi keindahan bawah laut yang ditampilkan di detik awal, pertengahan, hingga akhir film.
Jangan lewatkan film ini untuk Anda tonton bersama keluarga. Dijamin keindahan alam Aceh membuat Anda memasukan daerah ini dalam wishlist perjalanan wisata Anda usai pandemi.
4. Kulari ke Pantai
Gunung Bromo, Jawa Timur (Foto: wonderfulimage.id)
Kulari ke Pantai adalah film anak-anak dan keluarga yang diproduksi Miles Films, rumah produksi yang sukses mencetak film anak-anak legendaris, seperti Petualangan Sherina dan Laskar Pelangi.
Film ini mengisahkan tentang seorang anak pantai asal Rote, Nusa Tenggara Timur bernama Sam (Maisha Kanna). Sam bersama dengan ibunya, Uci (Marsha Timothy) menyusun rencana liburan dari Jakarta ke Banyuwangi dengan perjalanan darat untuk menemui peselancar idola Sam di Pantai G-Land atau yang dikenal juga sebagai Pantai Plengkung, Banyuwangi, Jawa Timur.
Film ini membawa Anda berpetualang ke beberapa lokasi wisata, seperti Gunung Bromo di Jawa Timur, yang terkenal dengan keindahan suasana matahari terbitnya, hingga berpetualang di Watu Seket, Lautan Pasir, serta Jiwa Jawa.
Kulari ke Pantai bukan hanya film yang menyajikan soal indahnya lanskap alam di Indonesia nan lengkap yang disuguhkan lewat sebuah perjalanan darat untuk mencapai ribuan kilometer saja. Namun film ini juga mencerminkan kondisi fenomena anak-anak saat ini.
Penasaran? Tonton film ini melalui platform resmi, ya! Setelah menonton, kamu bisa jadikan keindahan latar tempat film ini sebagai referensi tujuan wisata jika keadaan telah membaik.
5. Labuan Hati
Foto: wonderfulimage.id
Film besutan sutradara Lola Amaria dan penulis skenario Titien Watimena ini perdana tayang pada 2017. Dibintangi aktris dan aktor kenamaan Indonesia, yaitu Nadine Chandrawinata, Kelly Tandiono, dan Ully Triani, serta aktor Ramon Y. Tungka.
Bertema road movie, kisah dalam film Labuan Hati berpusat pada perjalanan liburan tiga wanita muda di Labuan Bajo. Mereka adalah Indi (Nadine Chandrawinata), Bia (Kelly Tandiono), dan Maria (Ully Triani).
Indi adalah wanita muda yang sudah bertunangan dan akan segera menikah. Dia memiliki kecintaan pada menyelam dan sudah beberapa kali melakukan hobinya ini di area sekitar Pulau Komodo.
Indi pergi ke Labuan Bajo untuk melakukan penyelaman terakhir kali sebelum berkomitmen untuk menikah. Penasaran kisah selanjutnya? Tonton film ini melalui platform resmi dari gadget Anda, lalu catat destinasi yang ingin Anda tuju ketika keadaan telah membaik, ya!
6. Laskar Pelangi
Pantai Tanjung Tinggi (Foto: wonderfulimage.id)
Berlatar belakang sebuah Kampung Melayu di Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, film Laskar Pelangi memiliki nilai motivasi yang sangat tinggi. Makanya, film ini menjadi salah satu film Indonesia terlaris sepanjang masa.
Diadaptasi dari Novel karya Andrea Hirata, Laskar Pelangi menceritakan kisah dua orang guru, yaitu Muslimah dan Harfan yang selalu memberikan semangat bagi murid-muridnya untuk bersekolah. Tidak hanya cerita perjuangan dan motivasi saja, Anda yang menonton film ini pasti terhipnotis oleh pemandangan eksotis dari Pulau Belitung. Jika belum sempat menonton film ini, segera tonton bersama keluarga #DiRumahAja melalui situs resmi sebagai dukungan dan bentuk mengarhargai karya anak bangsa.
Anda bisa mengunjungi Pantai Tanjung Tinggi yang juga merupakan salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi. Pantai ini terletak di sebelah utara Belitung, tepatnya 37 km dari kota Tanjung Pandan. Berpasir putih, air laut jernih, ada juga batu granit super besar yang menjadi ciri khas dari pantai ini.
Ombak di Pantai Tanjung Tinggi relatif tenang sehingga Anda bisa berenang tanpa harus takut terbawa ombak. Di tepi pantai, terdapat warung-warung yang menjajakan sea food untuk memuaskan rasa lapar Anda setelah puas bermain air. Eits, tapi nanti ya setelah pandemi mereda.
7. Trinity, The Nekad Traveler
Foto: Instagram @tamannasionalwaykambas
Film ini bercerita tentang perempuan yang hobi jalan-jalan. Trinity, diperankan oleh Maudy Ayunda merupakan perempuan muda yang bekerja di kantor, layaknya pekerja-pekerja lain. Namun, ada satu hal yang sering Trinity lakoni selain rutinitas kantornya yakni jalan-jalan.
Trinity, The Nekad Traveler berada dalam arahan sutradara Rizal Mantovani serta penulis naskah Rahabi Mandra dan Trinity. Film berdurasi 103 menit ini rilis pertama kali pada 16 Maret 2017. Film ini merupakan adaptasi dari buku berjudul The Naked Traveler karya Trinity.
Selain itu, film ini juga memperkenalkan beberapa objek wisata baru di Indonesia yang selama ini masih terbilang jarang dijelajahi oleh masyarakat. Jika Anda ingin berkeliling Indonesia ala Trinity seperti di film Trinity The Nekad Traveler, berikut objek wisata di Indonesia yang harus Anda kunjungi, mulai dari Cagar Alam Krakatau di Lampung, Taman Nasional Way Kambas, Labuhan Ratu di Lampung Timur, hingga Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Jangan terburu-buru dulu, kumpulkan informasi tersebut agar ketika keadaan membaik persiapan Anda sangat matang untuk menjelajahi keindahan berbagai objek wisatanya. Saat ini, #DiRumahAja bersama keluarga dan orang terkasih mengisi waktu luang dengan menonton film Trinity The Nekad Traveler dari situs resmi, ya!
Berbagai rekomendasi film yang tampilkan keindahan Indonesia seperti di atas pasti membuat Anda rindu traveling bukan? Eits, tahan dulu hingga keadaan membaik. Selain itu, mari kita dukung industri film Tanah Air agar terus berkembang meski di tengah pandemi, salah satunya dengan tidak menonton film melalui situs atau platform bajakan.
Foto: Wonderfulimage.id
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, mengaku bangga dengan film buatan anak bangsa yang terus menunjukkan kualitasnya. Menparekraf ingin insan perfilman tetap yakin bahwa Pemerintah, khususnya Kemenparekraf tidak akan pernah meninggalkan perjuangan industri perfilman.
"Karena ada puluhan ribu masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari industri perfilman. Kita harus hadir dengan kebijakan yang berpihak, tepat manfaat, tepat sasaran, dan tepat waktu," kata Sandiaga.
Sebagai warga negara yang baik, kita juga wajib mendukung upaya Pemerintah dalam memerangi pandemi, seperti disiplin menerapkan 6M. Mulai dari menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, menjauhi kerumunan, dan menghindari makan bersama.
Di samping itu, bagi Anda yang belum menerima vaksin Covid-19, harus sesegera mungkin untuk melakukan vaksinasi, ya. Agar tercipta kekebalan tubuh dari ancaman virus corona demi #IndonesiaTangguhIndonesiaTumbuh.
Nah, mumpung masih beraktivitas #DiRumahAja dan menyaksikan berbagai film yang bikin rindu berwisata, Anda juga bisa berpartisipasi mengikuti Video Kompetisi TikTok Hashtag Challenge #DiIndonesiaAja yang berlangsung sampai 27 Agustus 2021. Caranya sangat mudah, Anda hanya tinggal membuat konten kreasi video TikTok berdurasi maksimal 15 detik.
Jangan lupa untuk menggunakan efek #DiIndonesiaAja dan backsound jingle ‘Aku Cinta Indonesia’. Upload video kreasi tersebut dengan hashtag #DiIndonesiaAja dan mention @indonesia.travel. Pastikan akun TikTok Anda tidak di-private, ya. Pemenang akan mendapatkan hadiah berupa saldo uang elektronik sebesar 250 ribu rupiah dan merchandise eksklusif Wonderful Indonesia untuk 20 orang.
Mudah bukan? Tunggu apalagi, yuk segera ikutan! Follow juga akun TikTok @indonesia.travel dan akun Instagram @pesonaid_travel untuk mendapatkan lebih banyak informasi seputar pariwisata dan produk kreatif lokal #DiIndonesiaAja.
CM
(Yaomi Suhayatmi)