Harry mengutarakan harapannya agar Desa Wisata Nglanggeran mampu menjadi terbaik, dan yang paling utama mampu mengangkat potensi lokal dan meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.
"Apapun hasilnya nanti, semoga hasilnya terbaik bagi semua," harapnya.
Sebelumnya Desa Tete Batu di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat juga dipastikan ikut dalam ajang international tersebut mewakili Indonesia.
"Tete Batu akhirnya pasti mewakili RI di ajang lomba desa wisata yang diselenggarakan oleh UNWTO," kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi, Jumat lalu.
Ia mengatakan, informasi masuknya Desa Tete Batu ini diperoleh langsung dari Kemenparekraf yang memastikan terdapat tiga desa wisata yang diusulkan mengikuti lomba di UNWTO Selain Tete Batu dan Nglanggeran, ada satu desa lagi dari Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Pemerintah provinsi mengapresiasi upaya yang dilakukan Kabupaten Lombok Timur yang sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk pengusulan lomba ini. Gubernur NTB dan Bupati Lombok Timur mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya atas atensi dan keputusan Kemenparekraf pada 19 Agustus, menetapkan desa wisata Tete Batu sebagai peserta lomba UNWTO. Terima kasih atas dukungan Mas Menteri Parekraf semoga Tete Batu juara," tutur Yusron Hadi.
(Salman Mardira)