6 Situs Wisata Bersejarah di Afghanistan, Ada yang Rusak Akibat Perang

Firziana Zahra, Jurnalis
Sabtu 21 Agustus 2021 19:01 WIB
Herat Citadel di Afghanistan (traveladventures.org)
Share :

AFGHANISTAN saat ini sedang dalam sorotan dunia karena kondisi politik dan keamanannya memanas. Setelah Amerika Serikat menarik pasukannya, Taliban kembali menguasai negara tersebut. Kekacauan mewarnai perebutan kekuasaan.

Banyak negara khawatir dengan kondisi Afghanistan sehingga memulangkan warganya. Sementara ribuan warga Afghanistan yang takut dengan kekuasaan Taliban berupaya kabur ke luar negeri.

Baca juga: Viral Ratusan Orang Berlari Rebutan Naik Pesawat Amerika Kabur dari Taliban

Terlepas dari kondisi politik dan keamanan, Afghanistan ternyata punya sederet destinasi wisata, lho. Penasaran apa saja?

Mengutip dari The Times of India, Sabtu (21/8/2021), berikut 6 situs wisata bersejarah di Afghanistan :

1. Menelusuri sejarah

Ketika Taliban mengambil alih Kabul, kedutaan besar ditutup sehingga negara-negara membawa pulang warganya. Di masa depan, banyak yang mungkin berubah di negara ini, seperti yang terjadi selama perubahan rezim yang penuh gejolak tersebut.

Masa depan mungkin mempelajari sejarah yang berbeda, karena sejarah yang kita ketahui tentang negara saat ini mungkin akan memudar. Jadi di sini adalah melihat situs bersejarah Afghanistan.

2. Taman Babur

Tempat peristirahatan terakhir Babur, terletak di Kabul. Taman ini konon dibangun sekitar tahun 1528 Masehi. Taman yang indah ini adalah salah satu tempat terbaik untuk menelusuri sejarah Afghanistan. Taman memakai tampilan yang berbeda setiap musim, tetapi situs telah berubah selama bertahun-tahun. 

3. Buddha Bamiyan

Meskipun bangunan dihancurkan oleh Taliban pada tahun 2001, signifikansinya tidak dapat diabaikan. Struktur besar Buddha Gautama diukir di sisi tebing pada abad ke-6. Ada banyak gua di sekitar patung Buddha, yang penuh dengan lukisan mural yang indah.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya