Agar Semakin Cinta, Yuk Mengenal Lagu Daerah #DiIndonesiaAja

Yaomi Suhayatmi, Jurnalis
Sabtu 21 Agustus 2021 11:06 WIB
Foto: Shutterstock
Share :

Makna lagu tersebut menggambarkan keluh kesah seorang perjaka yang harus menuruti perintah ibunya. Ibunya menginginkan agar putranya mendapatkan kekasih dari keturunan Marga Tobing dan juga merupakan pariban. Artinya marga dari sang ibu harus sama dengan marga sang calon kekasih dari sang perjaka.

Tidak hanya keberagaman marga yang dimiliki Sumatera Utara, keindahan budaya dan alamnya pun juga beragam. Mulai dari Taman Nasional Gunung Leuseur, kawah Gunung Sibayak, hingga bentang alam Danau Toba yang begitu indah sangat menarik untuk dikunjungi. Di samping itu produk dari pelaku ekonomi kreatif juga bisa dijadikan cinderamata, seperti Ulos, Songket, hingga beragam kopi khas Sumatera Utara. Eits, karena masih pandemi, tulis dahulu destinasi wisata tersebut dalam wishlist wisata Anda. Selain itu, jika ingin menikmati beragam kopi khas Sumatera Utara #DiRumahAja, jangan lupa untuk #BeliKreatifLokal secara online dari pelaku ekonomi kreatif lokal, seperti @ganbakopi atau @kopilimadetik, ya!

3. Manuk Dadali (Jawa Barat)

 

insatagram : @rita_tila

Mesat ngapung luhur jauh di awang-awang. Meberkeun jangjangna bangun taya karingrang. Sepenggal lirik lagu Manuk Dadali membawa pesan keberagaman dan hidup yang harmonis melalui simbol burung garuda yang merupakan simbol negara Indonesia.

Lagu Manuk Dadali memuat syair lagu yang bernapaskan nasionalisme. Selain daripada itu, lagu ini sangat enak didengar, terlebih jika dinyanyikan menggunakan angklung, alat musik khas Jawa Barat yang masyhur itu. Angklung banyak di pertunjukan di beberapa daerah di Jawa Barat, salah satunya di Saung Angklung Udjo yang berlokasi di Jalan Padasuka, Bandung, Jawa Barat. Saung Angklung Udjo merupakan tempat kesenian Angklung yang terkenal mulai dari domestik hingga mancanegara. Selain Angklung juga terdapat galeri seni yang membuat olahan kerajinan tangan berbahan dasar bambu. Jika keadaan telah membaik, jangan lupa ajak keluarga Anda untuk berkunjung ke sini ya!

4. Ampar-Ampar Pisang (Kalimantan Selatan)

 

Foto. YouTube Ucu Shunrei

Ampar-ampar pisang, Pisangku belum masak, Masak sabigi dihurung bari-bari. Ampar-Ampar Pisang adalah lagu daerah asal Banjar, Kalimantan Selatan, yang menceritakan tentang makanan khas Kalimantan Selatan yang amat disukai. Lagu ini bercerita tentang pisang yang diolah dengan cara diamparkan/dijemur dalam proses pengolahannya untuk menjadi makanan khas daerah tersebut.

Lagu ini sering dinyanyikan anak-anak sebagai lagu pengiring dalam permainan. Lagu ini juga menggambarkan kebiasaan masyarakat Kalimantan Selatan yang suka menyusun buah pisang yang mulai masak. Kalaupun sudah masak dan hanya sebiji, anak-anak mulai menggerumuti pisang tersebut dan memakannya. Jika berbicara tentang Kalimantan Selatan tidak hanya keripik pisangnya saja yang menjadi daya tarik kulinernya, ada juga soto Banjar, iwak pakasam, mie bancir, dan masih banyak lagi. Lebih dari itu, keberagaman alam yang dimiliki Kalimantan Selatan juga menjadi magnet lainnya bagi para pelancong, seperti Gua Batu Hapu di Kabupaten Tapin, Danau Biru Pengaron di Kabupaten Banjar, hingga Hutan Pinus Mentaos berlokasi di Kabupaten Banjar, yang sayang untuk dilewatkan. Jika ingin berkunjung untuk menikmati keindahan alam serta kenikmatan kuliner khasnya, sabar dulu ya sampai situasi membaik atau Anda bisa pesan melalui aplikasi pesan antar jika ingin menikmati kuliner khas Kalimantan Selatan #DiRumahAja!

5. Si Patokaan (Sulawesi Utara)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya