Di Festival Indonesia Tangguh 2021, Bamsoet Bacakan Puisi 'Rasanya Baru Kemarin'

Siska Permata Sari, Jurnalis
Selasa 17 Agustus 2021 13:39 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo membacakan puisi 'Rasanya Baru Kemarin' di Festival Indonesia Tangguh 2021. (Foto: MNC Portal)
Share :

KETUA MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) membacakan sebuah puisi khusus di hari ulang tahun (HUT) ke-76 kemerdekaan Republik Indonesia pada Selasa 17 Agustus 2021. Puisi itu yakni karya Mustofa Bisri atau Gus Mus berjudul 'Rasanya Baru Kemarin'.

Pembacaan puisi tersebut merupakan bagian dari Festival Indonesia Tangguh 2021 bertajuk 'Puisi untuk Negeri'. Acara ini dipersembahkan oleh PT MNC Portal Indonesia (MPI) yaitu Okezone.com, Sindonews.com, iNews.id, IDXchannel.com, Celebrities.id, dan Sportstars.id.

Baca juga: Ini 3 Tokoh Penting di Balik Perumusan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 

"Rasanya Baru Kemarin, karya KH Mustofa Bisri," kata Bamsoet membuka pembacaan puisinya dalam Festival Indonesia Tangguh 2021, Selasa (17/8/2021).

Berikut isi puisi 'Rasanya Baru Kemarin' karya Gus Mus yang dibacakan Bamsoet:

Rasanya Baru Kemarin

 

Rasanya Baru kemarin

Bung Karno dan Bung Hatta

Atas nama kita menyiarkan dengan saksama

Kemerdekaan kita di hadapan dunia.

 

Rasanya baru kemarin

Gaung pekik merdeka kita

Masih memantul-mantul tidak hanya

Dari para jurkam saja.

 

Rasanya Baru kemarin

Padahal sudah 76 tahun lamanya

Pelaku-pelaku sejarah yang nista dan mulia

Sudah banyak yang tiada.

Penerus-penerusnya

Sudah banyak yang berkuasa atau berusaha

Tokoh-tokoh pujaan maupun cercaan bangsa

Sudah banyak yang turun tahta

Taruna-taruna sudah banyak yang jadi

Petinggi negeri

Mahasiswa-mahasiswa yang dulu suka berdemonstrasi

Sudah banyak yang jadi menteri dan didemonstrasi.

 

Rasanya baru kemarin

Padahal sudah lebih setengah abad lamanya

Petinggi-petinggi yang dulu suka korupsi

Sudah banyak yang meneriakkan reformasi.

Tanpa merasa risi

 

Rasanya baru kemarin

Rakyat yang selama ini terdaulat

sudah semakin pintar mendaulat

Pejabat yang tak kunjung merakyat

pun terus dihujat dan dilaknat

 

Rasanya baru kemarin

Padahal sudah 76 tahun lamanya

Pembangunan jiwa masih tak kunjung tersentuh

Padahal pembangunan badan

yang kemarin dibangga-banggakan

sudah mulai runtuh

 

Kemajuan semu masih terus menyeret dan mengurai

Pelukan kasih banyak ibu-bapa

Dari anak-anak kandung mereka

 

Krisis sebagaimana kemakmuran duniawi

Masih terus menutup mata

Banyak saudara terhadap saudaranya

 

Daging yang selama ini terus dimanjakan

Kini sudah mulai kalap mengerikan

Ruh dan jiwa sudah semakin tak ada harganya

 

Masyarakat yang kemarin diam-diam menyaksikan

para penguasa berlaku sewenang-wenang

Kini sudah pandai menirukan

 

Tanda-tanda gambar sudah semakin banyak jumlahnya

Semakin bertambah besar pengaruhnya

Mengalahkan bendera merah putih dan lambang garuda

 

Kepentingan sendiri dan golongan

sudah semakin melecehkan kebersamaan

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya