Di samping itu, ia menyarankan agar destinasi pariwisata dan desa wisata juga disediakan pos atau fasilitas kesehatan dalam rangka mengantisipasi kondisi darurat.
Kemudian kegiatan pariwisata dikaitkan juga dengan health tourism, sehingga orang kalau mau sehat tinggal datang ke destinasi pariwisata yang menawarkan kegiatan atau aktivitas yang dapat menjaga dan meningkatkan daya imunitas, jadi mereka berwisata sekaligus juga meningkatkan kesehatan tubuh.
Sebelumnya pemerintah mengalokasikan anggaran kesehatan dalam rancangan APBN 2022 sebesar Rp255,3 triliun atau 9,4 persen dari total belanja negara yang mencapai Rp2.708,7 triliun.
Fokus pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 mulai dari antisipasi risiko dampak Covid-19 dengan testing, tracing, dan treatment, melanjutkan program vaksinasi Covid-19, serta penguatan sosialisasi dan pengawasan protokol kesehatan.
(Rizka Diputra)