HUT Ke-76 RI, Ini 4 Destinasi Wisata Bersejarah Mengenang Perjuangan Kemerdekaan

Novie Fauziah, Jurnalis
Senin 16 Agustus 2021 19:00 WIB
Tugu Proklamasi di Jakarta Pusat (Okezone.com)
Share :

Tugu Proklamasi

Selanjutnya adalah Tugu Proklamasi menjadi saksi bahwa Indonesia merdeka dan bebas dari masa penjajahan kalau itu. Monumen ini juga disebut Tugu Petir yang didirikan di atas tanah lapang Kompleks Taman Proklamasi di Jl. Proklamasi (dulu disebut Jl. Pegangsaan Timur No. 56), Jakarta Pusat. Kini dibuat sebagai peringatan proklamasi kemerdekaan RI.

Seperti dilansir dari buku "Indonesia Merdeka" oleh Woro Miswati, Jakarta, di area komplek Tugu Proklamasi, terdapat monumen dua patung Soekarno dan Hatta berukuran besar yang berdiri berdampingan, mirip dengan dokumentasi foto ketika naskah proklamasi pertama kali dibacakan.

Kemudian di tengah-tengah dua patung proklamator terdapat patung naskah proklamasi terbuat dari lempengan batu marmer hitam dengan susunan dan bentuk tulisan mirip dengan naskah ketikan aslinya.

Dulu naskah Proklamasi Kemerdekaan RI dibacakan untuk pertama kalinya oleh Presiden Soekarno pada 17 Agustus 1945 di halaman kediaman Soekarno, Jl. Pegangsaan Timur No. 56. Rumah bersejarah ini yang dulu disebut Gedung Proklamasi, sudah tidak ada lagi sejak tahun 1960.

 

Tugu tersebut berbentuk bulatan tinggi berkepala lambang petir, seperti lambang PLN. Tulisan yang kemudian dicantumkan di tugu itu adalah "Di sinilah Dibatjakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada Tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB pagi oleh Bung Karno dan Bung Hatta."

Museum Fatahillah

Kemudian ada Museum Fatahillah atau dengan nama lain Museum Sejarah Jakarta. Lokasinya berada di kawasan Kota Tua Jakarta, jalan Taman Fatahillah No. 1, Jakarta Barat.

Luas daro Museum Fatahillah luasnya lebih dari 1.300 meter persegi. Dulunya museum ini adalah Balai Kota Batavia yang dibangun pada tahun 1707-1712 atas perintah Gubernur-Jenderal Joan Van Hoorn.

Jika diperhatikan bangunan ini menyerupai Istana Dam di Amsterdam. Terdiri dari bangunan utama dengan dua sayap di bagian timurdan barat, serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara. Pada 30 Maret 1974, bangunan ini kemudian diresmikan sebagai Museum Fatahillah.

(Salman Mardira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya