MUSEUM Perumusan Naskah Proklamasi terletak di Jalan Imam Bonjol 1, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat. Bangunan ini merupakan salah satu dari empat rumah tinggal besar di sekitar Taman Surapati yang dirancang oleh arsitek yang sama, yaitu Johan Frederik Lodewijk Blankenberg.
Rumah ini merupakan salah satu bangunan yang berada di daerah yang dirancang sebagai kota taman garden city pertama di Indonesia oleh Belanda tahun 1910.
Sebagai kota taman, pada mulanya daerah Menteng memiliki ruang-ruang luar yang luas. Antara bangunan dan lingkungan tampak menyatu, serta tidak dibatasi dengan pagar-pagar yang tinggi.
Baca juga: Napak Tilas di Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Bangunan Museum Perumusan Naskah Proklamasi termasuk golongan villa besar, sekitar 3.914 m2. Saat ini, dalam kavling yang besar selain terdapat bangunan induk, juga terdapat bangunan penunjang yang berfungsi sebagai tempat untuk mewadahi kebutuhan ruang baru.
Ruangan di Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Dok Okezone)
Bangunan ini memiliki tampilan arsitektur gaya artdeco, serta memiliki detail-detail yang menarik pada elemen-elemen bangunan seperti pada pengolahan dinding, bukaan angin, railing tangga, pintu dan jendela.
Selain itu, ciri yang menonjol adalah penggunaan atap perisai dengan sudut yang curam mulai 40º sampai dengan 45º, serta permainan garis-garis horisontal dan vertikal pada balustrade, dinding dan kolom bangunan.
Pemanfaatan gedung
Sebelum menjadi Museum, bangunan ini merupakan tempat tinggal milik Laksamana Muda Tadashi Maeda. Ia merupakan seorang perwira tinggi Angkatan Laut Kekaisaran Jepang di Hindia Belanda pada masa Perang Pasifik.
Baca juga: Museum Konferensi Asia Afrika Hadirkan 2 Pelaku Sejarah, Siapa Mereka?
Namun jauh sebelum menjadi rumah Tadashi, gedung yang dibangun pada 1927 dipakai sebagai kediaman resmi Konsulat Kerajaan Inggris.
Saat pendudukan Jepang di Indonesia, rumah itu beralih fungsi menjadi kediaman Laksamana Tadashi Maeda sejak 1942 hingga 1945. Kemudian menjadi Rumah Duta Besar Inggris di 1961-1981. Lalu menjadi Perpustakaan Nasional di 1983.
Masa persiapan pendirian museum
Saat kontrak Rumah Duta Besar Inggris akan segera berakhir, maka pada Desember 1981 diadakanlah Rapat Koordinasi yang melibatkan pihak Departemen Dalam Negeri, Departemen Luar Negeri, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan serta Sekretariat Negara untuk membahas pengalihfungsian gedung ini.
Atas gagasan Mendikbud Prof. Dr. Nugroho Notosusanto pada 1984 gedung bekas kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda diusulkan menjadi museum.