(Foto: Reuters)
“Mungkin kita berharap ada bagian yang hancur dari ASI (tetap utuh). Karena kalau kita punya itu, kita bisa mengerti apa makanan induknya,” tambahnya.
Temuan tersebut sebenarnya dipicu oleh perubahan iklim yang menghangatkan Arktik lebih cepat dari biasanya sehingga mencairkan tanah di beberapa daerah yang lama terkunci dalam lapisan es. Tak ayal, hewan purba berusia puluhan ribu tahun bisa tiba-tiba saja muncul dan menggemparkan para arkeolog.
(Rizka Diputra)