Ia menjelaskan, saat ini komponen angka kematian sedang dilakukan perbaikan agar dapat menentukan level PPKM lebih tepat lagi.
Baca juga: Menkes: Ada Orang Indonesia Mau Divaksin Covid-19 Lihat Tetangganya Dulu
Tidak hanya itu, Kemenkes juga mengakui adanya keterlambatan pelaporan, baik untuk kasus-kasus yang terkonfirmasi, sembuh, maupun meninggal dunia, khususnya akibat peningkatan kasus pada dua bulan terakhir.
"Saat ini masih lebih dari 50.000 kasus belum ter-update secara status akhirnya, dan Kementerian Kesehatan mendukung pemerintah daerah untuk menyelesaikan updating kasus ini dalam waktu sesingkat-singkatnya agar sesegera mungkin kita dapat menyajikan data yang lebih akurat dan tepat waktu," jelasnya.
(Hantoro)