BADAN Penelitian dan Pengembangan Kesehatan yang bernaung di bawah Kementerian Kesehatan RI, baru saja menggelar studi penelitian. Studi tersebut melibatkan sebanyak 71.455 orang tenaga kesehatan di Provinsi DKI Jakarta.
Studi dilakukan untuk mengamati kasus konfirmasi Covid-19, perawatan inap dan kematian akibar Covid-19 pada tenaga kesehatan (nakes) yang terbagi dalam tiga kelompok. Kelompok yang sudah menerima dosis pertama vaksin Corona-Vac, kelompok yang sudah divaksin full dua dosis, yang kelompok yang belum divaksin.
Disampaikan oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, hasil studi penelitian di atas memperlihatkan di periode Januari dan Maret 2021 memang vaksin buatan Sinovac China tersebut cukup efektif dalam mencegah infeksi Covid-19, tapi di bulan berikutnya vaksinasi lengkap memperlihatkan masih kurang efektif untuk melindungi nakes terkena infeksi Covid-19. Tapi masih efektif melindungi dari risiko fatal seperti kematian.
“Pada periode Januari dan Maret 2021, vaksin Corona-Vac cukup efektif dalam mencegah infeksi Covid-19. Namun pada April dan Juni, vaksinasi lengkap kurang melindungi tenaga kesehatan dari infeksi Covid-19. Meski demikian, vaksinasi lengkap masih melindungi efektif dari risiko perawatan dan kematian akibat Covid-19,” ujar dr. Siti Nadia, dalam Siaran Pers PPKM, Jumat (13/8/2021) di akun chanel Youtube Sekretariat Presiden.