Lebih lanjut, vaksinasi sangatlah penting untuk mengurangi jumlah rawat inap dan gejala parah akibat COVID-19. Per tanggal 12 Agustus 2021 sudah 52 juta lebih sasaran mendapat dosis pertama dan 26,1 juta sudah menerima vaksin kedua. Namun, baru sekitar 23 persen sasaran kelompok lansia yang mendapatkan dosis pertama dan baru 15 persen yang mendapatkan dosis kedua.
Tujuan mencapai herd immunity, dan oleh karena itu harus mencapai 70 persen dari jumlah sasaran. Kemudian, kata Nadia, sudah dari awal sesuai dengan rekomendasi WHO bahwa kelompok dengan risiko tinggi, memiliki penyakit penyerta atau komorbid dan risiko penyakit parah.
"Dan risiko kematian yang lebih tinggi harus yang pertama-pertama dilindungi," Ujarnya saat Diskusi Media Interaktif KPC PEN bertajuk ' Pentingnya Dukungan Keluarga dan Orang Terdekat dalam Mempercepat Program Vaksinasi Covid-19 untuk lansia' secara virtual, Jumat (13/8/21).
Kemudian, selain berbahaya karena akan tetap menimbulkan potensi penularan, dan melanggar prinsip Equal Respect yang disarankan tim ahli WHO, Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE).
"Oleh karena itu, lansia, adalah prioritas. Dan untuk memastikan cakupan terhadap lansia tinggi, partisipasi berbagai pihak sangat diperlukan untuk menyebarkan informasi yang tepat dan akurat. Untuk menyampaikan manfaat vaksinasi bagi lansia sendiri dan manfaatnya bagi orang lain di sekitar mereka,” terangnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)