Monumen yang akrab disapa Monjali ini memiliki tinggi kurang lebih 31,8 meter. Monumen ini terletak di Dusun Jongkang, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman.
Bentuk kerucutnya melambangkan bentuk gunung yang menjadi perlambang kesuburan. Namun, lambang ini juga memiliki makna yaitu melestarikan budaya nenek moyang pra-sejarah.
Indonesia telah merdeka sejak 17 Agustus 1945, namun hingga saat itu Belanda tak kunjung angkat kaki dari bumi Nusantara. Baru pada 29 Juni 1949, segenap rakyat Indonesia bisa mengawali kebebasan dari cengkeraman dan agresi Belanda.
Saat itu, Belanda menarik seluruh kekuatan militernya dari Yogyakarta yang menjadi Ibu Kota RI saat itu. Pasukan TNI juga berangsur memasuki kota Yogyakarta hingga dikenal sebagai peristiwa bersejarah besar, “Yogya Kembali" dan diabadikan dalam sebuah Monumen Yogya Kembali di depan Hotel Inna Garuda, Jalan Malioboro, Yogyakarta.
Selain berwisata secara virtual, Anda juga bisa membeli produk lokal khas wisata sejarah secara online. Caranya mudah sekali, Anda dapat #BeliKreatifLokal melalui e-commerce terpercaya atau pun media sosial para pengusaha kreatif lokal di seluruh penjuru wilayah Indonesia.
Termasuk di antaranya berbagai produk lokal dari DI Yogyakarta, seperti ragam motif batik, serta kerajinan perak, dan juga gerabah tanah liat. Anda juga bisa mencicipi makanan yang sangat identik dengan daerah ini, yaitu gudeg. Jangan khawatir, dengan tetap berada #DiRumahAja, Anda dapat #BeliKreatifLokal secara online dan tunggu produk diantarkan hingga ke rumah Anda.
Itulah informasi seputar destinasi wisata sejarah yang ada di Indonesia. Sudah terbayang bukan kerasnya perjuangan para pahlawan untuk memerdekakan bangsa ini? Oleh karena itu, ada baiknya jika kemerdekaan dapat dimaknai secara mendalam dan tidak lupa untuk menghargai jasa-jasa para pahlawan terdahulu.
Saat situasi pandemi Covid-19 berlangsung seperti ini, kita juga dapat menghargai para pahlawan pandemi Covid-19 yang ada #DiIndonesiaAja. Khususnya, para tenaga kesehatan dan semua pihak yang telah menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat agar #IndonesiaTangguhIndonesiaTumbuh.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, mengimbau masyarakat untuk dapat menghargai jerih payah pahlawan pandemi Covid-19. Salah satunya, yaitu dengan tidak menyebarluaskan hoaks dan selalu mengusung konten-konten yang positif.
“Untuk itu, perlu cara bijak dan efektif menghargai jerih payah para pahlawan pandemi Covid-19. Serta, selalu mengusung narasi dan konten-konten yang positif, serta berita baik untuk percepatan penanggulangan penyebaran virus penyebab Covid-19, misalnya menangkal hoaks, misinformasi maupun disinformasi tentang Covid-19,” ujarnya.
Jangan lupa juga untuk selalu menjaga kesehatan dan lakukan vaksinasi Covid-19 demi menekan angka penyebaran virus Covid-19 guna mendapatkan kekebalan kelompok atau herd immunity. #InDOnesiaCARE akan kesehatan dan keselamatan diri Anda dan orang-orang yang Anda sayangi.
Jika ada hal mendesak yang mengaruskan Anda keluar rumah, patuhi protokol kesehatan 6M dengan mencuci tangan dengan sabun, memakai masker yang benar, menjaga jarak, menghindari keramaian, menghindari makan bersama, serta mengurangi mobilitas. (CM)
(Yaomi Suhayatmi)