Horornya Penjara Bawah Tanah Museum Fatahillah, Masih Terdengar Lonceng Kematian

Bertold Ananda, Jurnalis
Sabtu 07 Agustus 2021 20:05 WIB
Lubang Penjara Bawah Tanah di Museum Fatahillah, Kota Tua, Jakarta (Foto Okezone)
Share :

MUSEUM Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah salah satu destinasi wisata sejarah ikonik di Kota Tua, Jakarta. Museum yang merupakan bangunan peninggalan penjajah Belanda ini bukan hanya menawarkan eksotisme, tapi juga menyimpan aura mistis.

Bangunan seluas 1.300 meter persegi tersebut diresmikan pada tahun 1710 Masehi pada masa pemerintahan Hindia Belanda di bawah pemerintahan Gubernur Jenderal Abraham Van Riebeeck.

Baca juga: Asyiknya Berwisata di Kota Tua Jakarta, Ini Sederet Pilihan Destinasinya

Sebenarnya bangunan tersebut sudah ada sejak tahun 1620 saat pemerintahan Gubernur Jendral Jan Pieterszoon Coen. Namun, gedung ini pernah anjlok dikarenakan konstruksi tanah yang labil sehingga direnovasi dan sebelum diresmikan.

Museum Sejarah Jakarta menyimpan sekitar 23.500 koleksi barang bersejarah.

Museum Sejarah Jakarta (Okezone)

Museum ini terdiri dari beberapa bangunan, di antaranya bangunan utama pada di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang diperuntukan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara.

Baca juga: 7 Tempat Wisata di Jakarta Barat, dari Museum hingga Ice Skating

Penjara bawah tanah di Museum Fatahillah menyimpan banyak misteri. Konon pada masa pemerintahan Hindia Belanda, bangunan ini merupakan tempat eksekusi hukuman mati. Ribuan orang Tionghoa dan seorang pemberontak bernama Pieter Erberveld berserta rekan-rekannya merenggang nyawa digantung di sini.

Pada penjara tersebut juga terdapat rantai batu yang berbentuk bulat dan besar. Konon ini merupakan borgol untuk para tahananan.

Ketika air laut pasang maka air akan memasuki penjara bawah tanah tersebut dan menenggelamkan para tahanan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya