SEJAK diberlakukannya Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada pertengahan Juni 2021, okupansi hotel di Kota Bandung, Jawa Barat terjun bebas. Tingkat kunjungan tamu atau okupansi tercatat hanya sebesar 10 persen.
"Okupansi hotel di Kota Bandung dibawah 10 persen sejak pertengahan Juni lalu. Ini juga berpengaruh terhadap sektor pariwisata, karena minimnya tamu atau wisatawan," kata Kabid Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Edward Parlindungan pada acara Bandung Menjawab, Selasa lalu.
Baca juga: Okupansi Hotel di Mataram Anjlok Drastis Selama PPKM
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, okupansi dan kunjungan wisatawan ke Bandung sangat turun. Karena pada periode Juli Agustus 2020, kondisi sudah mulai membaik atau recovery.
"Tempat wisata juga ditutup, sehingga jelas wisatawan tidak bisa hadir ke Bandung. Okupansi hotel juga turun. Tercatat ada 150 tempat hiburan yang tidak beroperasi sejak PPKM Darurat," katanya.
Kendati begitu, penuturan tempat wisata serta tempat hiburan di hotel adalah sebuah kebijakan yang mesti ditempuh. Pemerintah, dalam hal ini mengatur mobilitas masyarakat melalui PPKM Darurat agar kasus covid bisa ditekan. Nantinya bila angka Covid sudah turun, diharapkan ekonomi bisa kembali bergerak.
Baca juga: PPKM Diperpanjang Lagi, Ratusan Hotel di Jawa Timur Setop Beroperasi
Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Jawa Barat pada Juni 2021 mencapai 32,90 persen. Angka itu tercatat naik 2,32 poin dibandingkan TPK Mei 2021 yang mencapai 30,58 persen.