Nadhim mengatakan artefak lain yang dikembalikan termasuk tablet lain yang ditulis dalam tulisan paku. Warisan kuno Irak telah dihancurkan saat konflik, perusakan dan penjarahan terutama sejak tahun 2003. Ribuan artefak juga masih belum diketemukan.
Setelah 2014, kelompok teroris Daesh berhaluan ekstremis menyerbu dan menghancurkan situs-situs bersejarah yang disebut UNESCO sebagai skala industri.
Dengan bantuan badan-badan internasional, pihak berwenang Irak telah berusaha melacak, mengembalikan, dan melestarikan peninggalan arkeologisnya, meski hingga kini belum maksimal.
(Rizka Diputra)