Joyce mengatakan maskapai tidak bisa lagi mempertahankan 2.500 pekerja dalam daftar gajinya, tetapi menggambarkannya sebagai tindakan sementara.
"Ini jelas hal yang terakhir kami lakukan, hal ini juga sangat berbeda dari waktu ini tahun lalu ketika kami memiliki lebih dari 20.000 karyawan mengundurkan diri,” katanya
Tahun lalu, Qantas terpaksa memecat sekitar 6.000 staf - sekitar seperlima dari tenaga kerjanya.
Pada bulan Mei, maskapai mengatakan akan melaporkan kerugian tahunan lebih dari 2 miliar.
Pada hari Selasa, Joyce mengatakan perjalanan domestik dapat kembali ke 50-60% dari tingkat normal dengan pembukaan kembali Victoria dan Australia Selatan.
Qantas belum dapat melanjutkan rute internasional, kecuali ke Selandia Baru karena penutupan perbatasan internasional Australia.
Maskapai ini sebelumnya mengatakan kehilangan sekitar 2,3 juta seminggu dari divisi internasionalnya.
(Salman Mardira)