INGGRIS mengambil keputusan dalam upaya pemulihan pariwisata mereka. Otoritas setempat memberi lampu hijau kepada para pelancong yang telah divaksinasi penuh untuk mengunjungi negara itu tanpa harus menjalani karantina.
"Kami membantu menyatukan kembali orang-orang yang tinggal di AS dan negara-negara Eropa dengan keluarga dan teman-teman mereka di Inggris," ujar Menteri Transportasi Inggris, Grant Shapps, melansir The Sun.
"Mulai 2 Agustus pukul empat pagi, orang-orang dari negara-negara ini dapat datang ke Inggris dari negara kuning tanpa harus dikarantina jika mereka benar-benar telah divaksin (penuh),” sambungnya.
Perubahan itu berlaku bagi orang-orang yang sepenuhnya divaksinasi dengan vaksin FDA atau EMA, mereka masih perlu melakukan tes pra-keberangkatan yang biasa dilakukan sebelum kedatangan dan mengambil tes PCR pada hari kedua setelah kembali ke Inggris.
Baca juga: Hanya Berjarak 3 Km, Perjalanan Antar Pulau Ini Makan Waktu 15 Hari
“Kami tentunya akan terus berpedoman pada data ilmiah terkini,” kata Shapps.
Menurutnya, berkat program vaksinasi domestik terkemuka dunia, mereka dapat melihat ke masa depan dan mulai membangun kembali rute transatlantik utama dengan AS seraya mempererat hubungan dengan tetangga di Eropa.
Verifikasi status vaksinasi penumpang terus dilakukan oleh sejumlah maskapai di antaranya British Airways dan Virgin Atlantic. Sebanyak 99 persen dokumen diverifikasi dengan benar selama tes 10 hari, yang melibatkan sekitar 250 peserta yang divaksinasi penuh dari AS, Karibia, dan Eropa.
Meski begitu, warga AS tetap diimbau untuk tidak bepergian ke Inggris oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika. Di sisi lain, perbatasan AS tetap ditutup bagi pelancong asal Inggris. Kebijakan itu berlangsung sejak Maret 2020, meski ada harapan jika aturan tersebut bisa dicabut pada musim panas nanti.