“Dalam setiap penyelenggaraan sentra vaksinasi, kami selalu berupaya tidak sekedar memberikan vaksinasi pertama. Jadi 28 hari kemudian, setiap peserta dapat kembali ke Sentra Vaksinasi kami untuk memperoleh vaksin dosis kedua. Itu merupakan komitmen kami,” lanjutnya.
Ketua Asosiasi Rumah Sakit Vertikal Indonesia (ARVI) dr. Lies Dina Liastuti, SpJP(K), MARS, FIHA mengatakan, rumah sakit menghadapi berbagai tantangan semasa pandemi. Meski begitu, 10 rumah sakit vertikal tetap ingin memberikan kontribusi besar yang aman bagi semuanya.
“Kami senang mendapatkan bantuan relawan-relawan dari ILUNI, sehingga kami menyetor nakes saja. Setiap rumah sakit memberikan dua-tiga tim terdiri dari dokter dan perawat. Bahkan ada rumah sakit yang memberikan dokter sub-spesialis,” katanya.
“Dengan dukungan berbagai pihak membuat kami optimis apa yang kami kerjakan akan memberikan manfaat besar untuk masyarakat,” ujarnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)