Faktor risiko osteoartritis
Faktor risiko mayor dari osteoartritis adalah usia, obesitas, trauma sendi, beban kerja berat. Faktor-faktor resiko osteoartritis dapat dikategorikan ke dalam faktor resiko sistemik (usia, jenis kelamin, genetik, dan overweight), dan faktor biomekanik lokal (cedera sendi, malalignment, dan kelemahan otot). Penuaan atau usia merupakan faktor utama pada kondisi osteoartritis.
Dampak obesitas terhadap osteoartritis adalah melalui penyaluran beban berlebih pada sendi sehingga menyebabkan kerusakan pada lapisan tulang rawan sendi. Obesitas bukan hanya mempengaruhi osteoartritis melalui proses mekanikal beban, melainkan juga melalui jalur metabolik.
Penanganan osteoartritis
dr. Ricky memaparkan, diagnosis osteoarthritis dapat dilakukan dengan pemeriksaan fisik dan xray, serta tingkat keparahan akan dinilai dari berkurangnya celah sendi. Setelah itu, secara garis besar penanganan osteoartritis dapat dibagi ke dalam dua kelompok besar, yaitu non-operasi dengan cara edukasi, penggunaan alat bantu berjalan, terapi ice & heat, terapi manual seperti taping dan electrotherapy, latihan fisik seperti penguatan dan peregangan otot, terapi simtomatis, juga penggunaan obat minum.
Di sisi lain, dr. Ricky menjelaskan penanganan lainnya secara operasi yang diformulasikan seakurat mungkin untuk mengidentifikasi masalah tiap individu dan diperhitungkan secara matang sehingga selepas itu pasien dapat melanjutkan terapi untuk mengontrol nyeri dan mengembalikan fungsi sendi lutut. Tujuan utama dan terpenting dari penanganan osteoarthritis adalah mengendalikan nyeri dan memperbaiki fungsi sendi lutut.
Penanganan osteoartritis tidak selalu dengan cara operasi. Tata laksana osteoartritis harus didasarkan pada evaluasi riwayat pasien secara menyeluruh, pemeriksaan fisik lengkap, dan pemeriksaan radiologis yang sesuai.