Pada saat isolasi mandiri, pasien juga harus mampu mengenali ciri- ciri perburukan gejala. Selain memantau kadar oksigen dan suhu tubuh pasien bisa mengenali gejala perburukan dengan mengecek jumlah hembusan nafas.
Jika respitatory rate sudah melebihi 24 kali dalam waktu 1 menit artinya pasien sudah mengalami durasi nafas yang lebih pendek, itu merupakan gejala gangguan napas yang seharusnya langsung dikonsultasikan dengan dokter.
Baca juga: Anak Bisa Alami Stres Akibat Pandemi Covid-19, Kenali Gejalanya
Gejala perburukan juga bisa dilihat dari perasaan sesak napas atau tertekan yang dialami pasien. Meski pasien mendapat hasil saturasi di atas 95 persen, jika pasien mengalami sesak ada baiknya segera menghubungi dokter untuk kemudian dirujuk ke rumah sakit.
Tidak hanya itu, perburukan gejala juga bisa dilihat dari ujung tangan, kaki, dan bibir yang membiru atau dalam istilah medisnya dikenal sebagai cyanosis.
Meski pasien tidak merasa sesak atau tidak merasa dadanya tertekan pasien dengan cyanosis harus segera mendapatkan rujukan ke rumah sakit karena menunjukkan bahwa tubuhnya kekurangan oksigen.
"Hal- hal seperti itu kebanyakan luput, masyarakat banyak yang belum mengetahui gejala perburukan. Maka penting terhubung dan berkonsultasi ke dokter setidaknya lewat telemedisin agar angka kesembuhan bisa meningkat," papar Daeng.
Baca juga: Jika Ada Atlet Olimpiade Tokyo Positif Covid-19, Ini Langkah yang Dilakukan
Sebelumnya, IDI menilai layanan telemedisin merupakan solusi yang strategis di masa penanganan pandemi covid-19. Hal itu dikarenakan tenaga medis dapat lebih optimal memantau keadaan banyak pasien dan membantu meringankan beban rumah sakit yang masih cukup banyak merawat pasien- pasien bergejala sedang hingga kritis.
Tidak berhenti di situ, telemedisin juga membantu penanganan di hulu dengan cara mempersiapkan sistem untuk sentra-sentra vaksinasi covid-19 agar sesuai dengan protokol kesehatan dan membantu percepatan distribusi vaksin covid-19 kepada masyarakat di Indonesia agar kekebalan komunitas lebih cepat tercipta.
(Hantoro)