Jika memang hanya perlu isolasi mandiri di rumah atau di pusat-pusat isolasi mandiri yang tersedia, dokter Reisa mengingatkan untuk setiap pasien teratur memeriksa kondisi tubuh dan rajin komunikasi virtual dengan dokter dan keluarga.
“Rutin ukur saturasi oksigen, cek suhu tubuh dan tensi darah. Tetap konsultasi dengan dokter dan keluarga lewat komunikasi virtual, jangan putus komunikasi. Apabia merasa gejala yang lebih berat, maka komunikasi yang rutin itulah yang bantu kondisi bisa tetap terpantai sehingga bisa dapat penanganan yang tepat secepatnya,” tambahnya.
Terakhir, jika melakukan kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif, Dokter Reisa dengan tegas menginstruksikan untuk setiap orang berani melakukan tes pemeriksaan agar tidak menjadi sumber penularan baru yang tak diketahui orang.
“Lapor segera ke puskesmas, pastikan diri Anda dites, berani dan bertanggung jawab. Ketahui kondisi tubuh kita sendiri, jangan jadi sumber penularan yang tak diduga orang. Apabila negatif, kita membantu tim tracing (lacak) memastikan Anda aman dari penularan,” tutup Dokter Reisa.
(Dyah Ratna Meta Novia)