“Berdasarkan manuskrip Belanda, saluran air Cigowong dibangun pada 2 November 1936 pada masa pemerintahan Suriatanubrata yang berkaitan dengan Jalan Maja-Talata,” tambah Dino.
Warganet yang terkagum-kagum sekaligus merindung membanjiri kolom komentar pengguna konten creator tersebut.
“Pasti banyak banget penunggunya,” tulis akun @maulianakhanza.
“Jernih juga ya enak buat mandi seger, tapi ya ngeri juga balik-balik ada yang ngikut :D,” tulis akun lain @fighterbagus.
“Bangunannya suram dan menyeramkan ya,” tulis akun @dvderi.
Meski saluran air ini berusia lawas dan terkesan angker, namun banyak pengunjung yang rela berendam di tempat ini. Airnya yang sangat jernih, dingin, dan segar diyakini dapat menyegarkan dan menyehatkan badan.
(Rizka Diputra)