“Tindakan pendirian Kota Roma dimulai dari realisasi pomerium ini,'' kata dia melansir Daily Sabah.
Selain itu adapula prasasti yang memungkinkan para arkeolog untuk menentukan penanggalannya pada era Claudius yang menetapkan batas kota baru Roma kala itu. Raggi mencatat bahwa hanya 10 batu lain dari jenis ini yang ditemukan di Roma, di mana terakhir terjadi seabad silam.
“Roma tidak pernah berhenti memukau dan selalu memamerkan harta barunya," ujarnya bangga.
Batu itu nantinya akan dipajang di Museum Ara Pacis, rumah altar abad ke-1 yang dirancang Richard Meier hingga museum Agustus dibuka.
(Rizka Diputra)