PASIEN covid-19 kini banyak yang melakukan isolasi mandiri atau isoman. Ini dampak penuhnya sejumlah fasilitas kesehatan di tengah melonjaknya kasus covid-19 di Tanah Air. Tapi ada hal yang wajib diketahui pasien isoman, yakni harus berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis sebelum minum obat terapi covid-19.
Hal tersebut wajib dilakukan pasien covid-19 yang tidak memiliki gejala ataupun bergejala ringan. Tujuannya agar bisa mendapat penanganan yang tepat oleh tenaga medis.
Baca juga: Ahli Kesehatan: Anak-Anak Perlu Divaksin agar Terlindung dari Covid-19
Maka itu, pasien covid-19 yang menjalani isolasi mandiri, khususnya yang bergejala, tidak dapat langsung mengonsumsi obat ataupun vitamin yang daftarnya tersebar di media sosial, jika tanpa konsultasi dengan dokter.
"Untuk pasien yang melakukan isolasi mandiri memang sebaiknya ada yang memantau dari puskesmas setempat, sehingga bisa dilihat perkembangannya apakah ada perbaikan atau justru mengalami penurunan. Sehingga apabila terjadi penurunan, bisa langsung berkonsultasi, apakah sebaiknya dibawa ke rumah sakit atau tidak," kata Dokter Muhammad Yusuf Ginanjar dari RSUD R Syamsudin Sukabumi, dikutip dari Antara, Rabu (14/7/2021).
Konsultasi diperlukan untuk menyesuaikan kebutuhan obat-obatan yang dikonsumsi pasien isoman. Selain pasien bergejala, mereka yang memiliki komorbid dan masuk kelompok rentan seperti ibu hamil, orang lanjut usia, dan anak-anak juga diwajibkan melakukan konsultasi agar mendapat penanganan isolasi mandiri serta obat-obatan yang sesuai.
"Kondisi pasien terkonfirmasi covid-19 yang disertai penyakit komorbid dan kondisi rentan seperti hamil atau lansia itu lebih sangat disarankan konsultasi terlebih dulu sebelum isolasi mandiri. Karena berkaitan dengan kondisi penyakit-penyakit yang diderita sebelumnya, apakah akan memungkinkan untuk isoman atau tidak," kata dr Yusuf.
Baca juga: Panduan Cara Mendapat Obat Gratis bagi Pasien Isolasi Mandiri
Adapun gejala umum yang dialami pasien covid-19 di antaranya sakit kepala, sakit tenggorok, pilek, demam, batuk yang umumnya batuk kering, kelelahan, anoreksia, kehilangan indera penciuman (anosmia), kehilangan indera pengecapan (ageusia), nyeri tulang, mual, muntah, diare, radang mata, kemerahan pada kulit, hingga frekuensi napas 12–20 kali per menitnya.
Gejala lainnya yang mungkin timbul yakni sesak napas dan nyeri dada yang sudah masuk kategori gejala sedang hingga berat. Di tengah era digitalisasi ini, pasien covid-19 yang isolasi mandiri pun bisa berkonsultasi via layanan telemedisin.