LEDAKAN Covid-19 yang terjadi di Tanah Air membuat Indonesia dalam keadaan krisis kesehatan. Tak hanya rumah sakit yang penuh, namun sejumlah perlengkapan dan obat-obatan menjadi langka.
Terlebih dengan banyaknya pasien bergejala ringan dan tanpa gejala (OTG) yang melakukan isolasi mandiri (Isoman) yang membeli obat-obatan secara pribadi.
Kelangkaan obat-obatan yang ada di pasaran saat ini juga dimanfaatkan oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab dengan menaikkan harga jual di atas rata-rata. Oleh sebab itu belum lama ini Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin merilis harga eceran tertinggi (HET) 11 obat-obatan yang paling sering digunakan dalam terapi pengobatan Covid-19.
“Untuk obat-obatan sudah dibahas bahwa semua obat yang diproduksi di dalam negeri seperti Oseltamivir, Azithromycin, dan Favipiravir (Avigan) harusnya tidak terlalu masalah. Memang ada sedikit masalah pada distribusi yang nanti akan kami selesaikan dengan pengusaha distributor farmasi,” terang Menkes Budi pada sesi jumpa pers di channel YouTube Sekertariat Presiden, Senin (12/7/2021).