PEMBERLAKUAN Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat berdampak serius terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf). Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyiapkan tiga langkah mitigasi.
"Tiga langkah mitigasi sektor parekraf dalam menghadapi PPKM Darurat ini yang terus kita perkuat," kata Sandiaga dalam Weekly Press Briefing secara virtual, Senin (12/7/2021).
Baca juga: Sandiaga: Potensi Sport Tourism Indonesia Bisa Bangkitkan Ekonomi dan Buka Lapangan Kerja
Pertama, lanjut Sandiaga, mendorong secara masif program vaksinasi. Hal ini demi memperluas dan mempermudah, program vaksinasi di Indonesia, terlebih sektor parekraf.
"Terus kita didistribusikan melalui sektor parekraf," terangnya.
Kedua, perluasan testing, tracing dan treatment. Hal ini sebagai upaya untuk mengetatkan dan mendisiplinkan, langkah-langkah di setiap lini sektor parekraf untuk membantu memetakan penanganan Covid-19.
Baca juga: Restorasi Terumbu Karang di 9 Kawasan Wisata, Bisa Serap 100 Ribu Tenaga Kerja
Ketiga, protokol kesehatan (prokes) yang akan terus dijalankan secara ketat, dan disiplin. Serta modifikasi 5 M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.
Selain itu, kata Sandi, dalam menghadapi pandemi ini pihaknya terus menggenjot program sertifikasi CHSE (clean, health, safety and environment).
"Sekarang saya dapat laporan sudah memasuki babak akhir dari persiapan trainer of trainer atau trainer of auditor yang Insya Allah 16 Juli ini rampung di beberapa provinsi Jawa Bali," ujarnya.
Kemenparekraf mendukung PPKM Darurat sebagai upaya menekan lonjakan COVID-19 yang diakibatkan oleh varian Delta terutama di Jawa dan Bali, meski dampaknya serius ke parekraf.
Sandiaga akan mempersiapkan langkah antisipasi terhadap sektor parekraf jika PPKM Darurat diperpanjang.
"Dan kita antisipasi di kemenparekraf untuk memeberikan dukungan dan memperkuat secara totalitas secara optimal," pungkasnya.
(Salman Mardira)