"Respons imunologi yang terbentuk sel T yang tinggi itu yang diharapkan akan memberikan proteksi lebih lama bagi tubuh penerima vaksin," tambahnya.
Baca Juga : BPOM Dukung 1.000 Orang Indonesia Terlibat di Uji Klinis Vaksin GX-19N
Prof Iris menjelaskan, karena vaksin GX-19N ini adalah vaksin dengan platform DNA, maka dari itu pemberiannya pun berbeda dengan vaksin yang sudah ada sekarang. Jadi, bukan dengan jarum suntik vaksin dimasukkan ke dalam tubuh melainkan menggunakan alat bernama electroporator.
"Dengan menggunakan alat khusus ini, diharapkan terjadi peningkatan hantaran molekul DNA langsung ke dalam sel otot dengan cara membuka dinding sel sementara sehingga komponen DNA dalam vaksin lebih mudah masuk ke dalam sel," papar Prof Iris.
Soal penyimpanan, "Vaksin ini punya sifat lebih stabil dan dapat disimpan pada suhu 2 hingga 8 derajat celsius, beda dengan vaksin mRNA yang memerlukan tempat penyimpanan bersuhu -25 sampai -15 derajat celsius," tambahnya.
(Helmi Ade Saputra)