Para peneliti menemukan hasil bahwa varian Gamma mampu lolos dari antibodi hampir pada semua peserta yang hanya menerima satu dosis CoronaVac, data juga menunjukan pada kelompok yang divaksinasi pada Agustus 2020.
"Antibodi dari mereka yang baru saja divaksinasi memang efektif, tetapi kurang efektif untuk melindungi dari varian Gamma dibandingkan jenis virus sebelumnya," terang peneliti.
Studi yang diterbitkan di Lancet Microbe tersebut juga menemukan bahwa antibodi yang dihasilkan oleh infeksi sebelumnya harus sembilan kali lebih tinggi untuk mencegah infeksi varian Gamma.
Para penulis mengatakan bahwa hasil itu berarti orang yang telah selamat dari Covid-19 dapat terinfeksi kembali varian Gamma ini.
Tetapi mereka mengatakan, karena uji klinis menunjukkan vaksin CoronaVac efektif dalam mencegah penyakit yang parah dan kematian, itu bisa jadi respons imunnya lebih kompleks.
(Dyah Ratna Meta Novia)