Perjalanan menuju Goa Rangko
Penamaan Goa Rangko sendiri dikarenakan goa alam ini terletak di Desa Rangko, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Goa Rangko ini berjarak 45 menit dari Desa Rangko. Menuju tempat ini pengunjung harus menyewa kapal-kapal nelayan yang banyak berlabuh disekitar area dermaga desa Rangko.
"Namanya Goa Rangko karena memang ada di desa Rangko," kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Rangko, Rasidie
Biaya tarif masuk menuju mulut goa bagi pengunjung lokal sebesar Rp10.000 sementara bagi wisatawan nusantara sebesar Rp20.000 dan wisatawan mancanegara sebesar Rp50.000.
Untuk dapat mencapai ke goa Rangko, dibutuhkan aktivitas trekking selama 20 menit menyusuri pepohonan rindang yang tumbuh sepanjang jalur setapak tanah.
Untuk memasuki bagian dalam goa, telah tersedia tangga atas susunan bebatuan dan sisi kanan tangga dipasang papan sebagai pegangan tangan dan pengaman.
Tak ada penerangan khusus di dalam goa. Hanya sinar matahari yang menerobos masuk dari mulut goa hingga beberapa sisinya terlihat remang-remang. Di situlah keunikan goa tersebut. Sinar matahari yang masuk tersebut tidak hanya memudahkan pengunjung melihat pijakan dan dasar goa tetapi juga dasar kolam.
(Foto: Instagram/@thalassa_pinisi)
Desa Rangko sendiri terletak tidak jauh dari kota Labuan Bajo. Berjarak sekitar 15 kilometer sebelah Timur Kota Labuan Bajo. Desa Rangko dapat diakses baik melalui kendaraan roda dua maupun roda empat dengan infrastrukur jalan yang memadai serta suguhan pemandangan sepanjang perjalanan dengan bukit bukit kecil hijau serta lautan lepas arah timur laut kota Labuan Bajo.
Saat ini Goa Rangko merupakan salah satu destinasi unggulan di desa Wisata Rangko. Selain spot wisata Goa Rangko, Desa wisata Rangko juga dikenal sebagai penghasil Ikan Cara terbaik dari semua desa pesisir di wilayah kabupaten Manggarai Barat.
Ikan Cara merupakan ikan asin yang dikeringkan dengan ciri khas berbeda jika dibandingkan dengan ikan cara dari pulau lainnya seperti papagrang dan dawrah di Sulawesi.
Ukuran Ikan Cara Rangko berbentuk sedikit lebih kecil, memiliki bentuk pipih dan berdaging tipis serta kandungan garam yang sangat rendah. Ikan cara ini pun dijual dalam bentuk kering dan juga dikemas menjadi salah satu oleh-oleh khas Labuan Bajo.