PPKM darurat yang berlangsung tentu saja membuat penundaan banyak rencana. Salah satunya adalah sekolah tatap muka yang seharusnya dilakukan pada Juli ini.
Dengan gaya hidup baru di tengah pandemi, orangtua dituntut ekstra kreatif dalam menciptakan dan menghadirkan pilihan kegiatan liburan di rumah bersama anak yang mampu memperkuat menjadi momen kebersamaan yang menyenangkan.
Bicara mengenai main bersama, banyak orangtua di Indonesia yang masih mencari cara untuk mengisi waktu liburan dengan menyenangkan, demi menjaga kesejahteraan hidup anak, untuk membantunya terhindar dari rasa bosan, moody, stres, kurangnya intensitas sosialisasi dan lainnya.
“Di tengah banyaknya pilihan permainan yang ada saat ini, orangtua berperan penting untuk memilih permainan yang tepat, seperti yang edukatif, sesuai dengan umurnya, serta tidak mengandung unsur kekerasan atau pornografi," kata psikolog anak dan remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo.
Dia menegaskan pentingnya bagi orangtua memilih permainan yang melatih lima aspek penting pada pertumbuhan anak:
Perkembangan fisik atau motorik
Berikan proporsi yang seimbang antara permainan virtual dengan permainan yang melibatkan fisik. Permainan fisik bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan koordinasi motorik kasar anak, seperti berlari, melompat, memanjat, mengayuh, dan lain-lain. Untuk kemampuan koordinasi motorik halus, anak-anak bisa diajak membuat prakarya atau konstruksi bangunan mereka sendiri.
Kemampuan kognitif atau berpikir
Kegiatan bermain sambil belajar berperan penting untuk mengembangkan kecerdasan intelektual anak. Misalnya, ketika mengajak anak bermain board game seperti catur dan monopoli, anak bisa mulai memahami konsep matematika dasar, seperti penjumlahan, pengurangan, serta kemampuan penalaran dan pemecahan masalah.
Emosi
Aspek emosional adalah melatih anak-anak untuk belajar menangani emosi mereka dengan cara yang baik dan sehat, entah itu emosi negatif maupun positif. “Orangtua berperan penting untuk mendampingi anak agar anak bisa mendapatkan keterampilan emosional dari permainan, termasuk mengajari cara bekerja sama dengan orang lain, dan cara menerima kekalahan dengan sportif,” ungkap Vera.