Pada kesempatan itu, dr. Fajri juga menjelaskan beberapa alasan yang membuat pasokan tabung oksigen menjadi cukup langka saat ini. Sebab banyak orang yang tidak dapat tempat di rumah sakit memutuskan untuk membeli oksigen sendiri. Alhasil kelangkaan oksigen ini bisa terjadi karena memang habis pasokan di rumah sakit, dan bisa pula karena oksigen yang diperjualbelikan di masyarakat.
“Memang betul saat ini oksigen sangat langka. Kemarin saya dengar produksinya masih cukup sebenarnya cuman masalahnya ada pada distribusi. Itu ada hitung-hitungannya. Dan salah satu supplier utama kita PT. Samator, diminta klarifikasi untuk kejelasan masalah tersebut. Jadi kemarin memang masalahnya di supply,” tuntasnya.
Dokter Fajri menjelaskan bahwa, kasus Covid-19 yang semakin meledak, akan menyebabkan angka kematian sebesar 2,7 persen dari total kasus dan angka rawat inap sekira 5-10 persen dari total kasus. Alhasil, jika Wisma Atlet ditambah kapasitasnya 9 ribu, tapi bila diimbangi penambahan kasus Covid-19 sebanyak 9 ribu juga, maka tidak akan terkejar. Sebab dalam sehari bisa masuk 700 orang di Wisma Atlet.
(Helmi Ade Saputra)