JIKA dulu perjalanan melintasi jalan Trans Kalimantan dari Bulungan ke Malinau --sebelumnya masuk wilayah administratif Kalimantan Timur-- terasa membosankan karena hanya terlihat hutan lebat.
Kini, terlihat pemandangan berbeda, sebagian tetap kawasan hutan, namun sebagian lagi terlihat panorama menyejukkan mata saat memasuki Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
Lihat saja, ada hamparan sawah yang menguning siap panen, hijaunya perkebunan sawit, teduhnya tanaman keras buah-buahan, serta pemukiman tertata rapi dengan bangunan sebagian sudah permanen.
Baca juga: Situs Perang Dunia II di Tarakan Dipercantik agar Wisatawan Terpikat
Saat beberapa puluh kilometer menjelang masuk pintu gerbang batas kecamatan akan terlihat berdiri kokoh Gunung Lego yang seperti raksasa pengawal wilayah Tanjung Palas Utara.
Gunung Lego yang berada di tengah-tengah wilayah kecamatan menjadi puncak tertinggi di Tanjung Palas Utara.
Memiliki ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan laut, maka pengunjung yang bisa mendaki hingga ke puncak kawasan wisata itu akan bisa melihat sebagian wilayah Tanjung Selor (Bulungan) dan Kota Tarakan karena daerahnya berhadapan langsung dengan pesisir.
KKMB Tarakan Kaltara
Dulu kawasan ini hutan belantara, namun pada 1980-an daerah ini di buka untuk beberapa UPT (unit pemukiman transmigrasi).
Setelah terus berkembang maka kini wilayah administratif pemerintahan Kecamatan Tanjung Palas Utara membawahi enam wilayah pemerintahan desa.
Daerah eks-UPT yang dijadikan desa Kecamatan Tanjung Palas Utara
meliputi Karang Agung, Pimping, Panca Agung, Ruhui Rahayu, Ardi Mulyo dan Kelubir.
Masing-masing mempunyai ciri dan memiliki keanekaragaman struktur budaya masyarakatnya yang multi-etnis.
Selain suku asli Dayak, maka keberagaman budaya di Kecamatan Tanjung Palas Utara diwarnai dari daerah asal warga trans, yakni
komunitas Jepara, Demak, Pati, Ciamis, Pekalongan, Jember, Malang, Cianjur, Yogyakarta, DKI Jakarta, Bekasi dan Surabaya.
Ibu Kota Kecamatan adalah Karang Agung dengan luas wilayah sekitar 806,4 kilometer persegi dan jarak ke Kabupaten Bulungan sekitar 82 km.
Jumlah penduduk Tanjung Palas Utara kini 8.418 Jiwa, dengan 2.151 KK, meliputi 4.495 jiwa laki-laki dan perempuan 3.923 jiwa dengan tingkat kepadatan mencapai 10.44 jiwa/km2 dan tingkat rata-rata penduduk/keluarga 3.91 jiwa.
Pertumbuhan pesat
Pertumbuhan enam desa di Kecamatan Tanjung Palas Utara sangat pesat. Secara kasat mata pertumbuhan ekonomi dan pembangunan akan terlihat begitu memasuki daerah ini.
Tidak terlihat lagi rumah-rumah reot eks-UPT dulu. Kini semua terganti oleh rumah semi permanen dan permanen.
Berbagai fasilitas umum juga tersedia antara lain pasar modern seperti mal, penginapan, toko, kantor cabang perbankan, sekolah dari SD hingga SMA, pesantren dan dealer motor/mobil.
Baca juga: Kembangkan Wisata Mangrove, Pemprov Kaltara Gandeng Perusahaan Jerman
Khusus, Ibu Kota Kecamatan Desa Karang Agung kini jumlah penduduk sekitar 2.340 jiwa.
Pemberian nama desa Karang Agung merupakan perpaduan antara dua UPT, yaitu Karang Jinawi dan Panca Agung (UPT I Salimbatu).
Penyebutan nama Karang Agung ini pertama kali disebut pada saat adanya pentas seni Ludruk pada acara Hari Peringatan Transmisgrasi pada 22 Desember 1983.
Namun, pelaksanaannya dilaksanakan 4 Februari 1984 di depan Kantor UPT II Salimbatu.