Terjadinya Vitiligo disebabkan oleh matinya sel melanosit yang bertugas memproduksi warna pada kulit.
Baca Juga: Penderita Vitiligo Rentan Alami Psikososial, Dokter: Butuh Dukungan
Penyebab matinya sel tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti genetik atau keturunan, penyakit autoimun, dan faktor eksternal seperti terbakar sinar matahari, atau bahan kimia. Pada kasus vitiligo, bila gejala awal dapat terdeteksi dan segera mendapatkan penanganan yang tepat, penyakit ini dapat dicegah untuk berkembang pada tubuh penderita.
Prevalensi global vitiligo yaitu sekitar 0,5 persen sampai 2 persen tidak berbeda dengan prevalensi di Indonesia.
Populasi laki-laki dan perempuan yang mengalami penyakit ini seimbang, namun pada pasien perempuan dan kasus vitiligo pada anak masalah psikososial lebih terlihat dan menjadi masalah.
(Amril Amarullah (Okezone))