Jogja Kehabisan Tabung Oksigen, Epidemiolog: Segera Perkuat Mitigasi!

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Rabu 23 Juni 2021 18:12 WIB
Ilustrasi pasien Covid-19 (Foto : Shutterstock)
Share :

AKTIVIS Kalis Mardiasih belum lama ini memberitahu kondisi terbaru Yogyakarta terkait dengan penanganan Covid-19. Di Twitternya, dia memberitahu kalau Jogja kehabisan tabung oksigen.

"Barusan perawat bilang: Oksigen se-Jogja habis, mbak. Enggak usah pakai dulu, ya. Kalau saturasi di bawah 90 baru pakai," ungkapnya. Cuitan Kalis ini mendapat banyak sekali perhatian netizen.

Sampai informasi ini diberitakan, sudah ada 5,5 ribu netizen menyukai unggahan tersebut dan telah dibagikan ulang nyaris 2 ribu kali. Ribuan doa dihaturkan untuk kebaikan kondisi di Jogja.

Di cuitan terpisah, Kalis menuliskan imbauan untuk masyarakat agar saling jaga, khususnya yang masih punya orangtua.

"Teman-teman yang punya orangtua, #SalingJaga keluarga, ya. Mungkin kawan-kawan merasa sehat untuk tetap beraktivitas, tapi jangan lupa pantau orangtua benar-benar, ya, utamanya yang berada di zona merah di Jawa Tengah," ungkapnya.

Baca Juga : Cutinya Ditolak, Penyintas Covid-19 Ini Masuk Kerja Sambil Bawa Tabung Oksigen

Menanggapi hal ini, MNC Portal meminta saran Ahli Epidemiologi Griffith University, Australia, Dicky Budiman, apa yang bisa dilakukan oleh pemerintah agar meminimalisir risiko terburuk dari kondisi sudah habisnya ketersediaan tabung oksigen.

"Ini yang dikhawatirkan. Ingat, ini bukan situasi yang terburuk, karena varian Delta ini belum mendominasi kasus Covid-19 secara keseluruhan. Artinya, situasi di Juli diperkirakan akan jauh lebih buruk beberapa kalinya," terang Dicky pada MNC Portal melalui pesan singkat, Rabu (23/6/2021).

Baca Juga : Corona Semakin Mengerikan! Pasokan Tabung Oksigen di Yogyakarta Kosong

Ia mengimbau kepada pemangku kebijakan agar memperkuat mitigasi, salah satunya memastikan logistik penanganan Covid-19 di fasilitas kesehatan tercukupi dengan sangat baik.

"Kalau oksigen habis, risiko terburuk adalah banyak korban meninggal dunia. Untuk itu, segera perkuat mitigasi dengan antisipasi masalah logistik," sarannya.

Dicky menjelaskan, logistik yang dimaksud itu adalah ketersediaan alat sekali pakai di rumah sakit harus cukup, obat-obatan tidak bermasalah dalam hal ketersediaan, APD juga demikian. "Termasuk ketersediaan tabung oksigen, ini cukup penting karena berisiko fatal jika benar-benar susah didapat," sambungnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya