Selain itu, kata dr Dicky, pemerintah juga mesti memperluas cakupan 3T di masyarakat. Meski, Indonesia memiliki keterbatasan dalam surveilans genomicnya di tengah lonjakan kasus seperti ini. "Minim sekali 3T-nya di tengah positivity rate Covid-19 tinggi, jauh di atas 5 persen," tegasnya.
Hal ini juga sejalan dengan harapan yang diberikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di pertengahan Mei 2021, bahwa setiap wilayah menggencarkan tindakan 3T di masyarakat.
"Penguatan upaya 3T adalah bagian penting dari penemuan kasus secara cepat agar tidak menjadi sumber penularan di tengah masyarakat. Terlebih, varian Covid-19 telah ditemukan dan tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia. Varian baru ini diduga jauh lebih mudah dan cepat menyebar dibandingkan varian yang sebelumnya," ungkapnya beberapa waktu lalu.
Upaya lain yang harus dilakukan, sambung dr Dicky, adalah penyiapan respons fasilitas kesehatan seperti sistem rujukan, kapasitas kesehatan diperbanyak, sumber daya manusia dalam hal ini tenaga kesehatannya diperbanyak, dan lain sebagainya.
"Tentu saja kerja sama seluruh masyarakat Indonesia dalam menjalankan protokol kesehatan 5M wajib diperketat di tengah lonjakan kasus seperti sekarang. Juga menguatkan vaksinasi yang sudah berjalan baik di masyarakat," tambahnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)