Laporan itu juga menyebutkan varian dalam 36 kasus di Inggris. Dua dari 36 kemungkinan infeksi terobosan. Sebagian besar kasus terkait dengan perjalanan (negara tujuan perjalanan termasuk Nepal, Turki, Malaysia, dan Singapura).
"Melihat kluster besar (T95I), sepertinya AY.1 telah muncul secara independen beberapa kali dan bisa lebih umum daripada yang diamati di negara-negara dengan pengawasan genom terbatas," kata Jolly.
Baca juga: IDI Sebut Corona Varian Delta Kembali Bermutasi Menjadi Delta Plus, Bisa Tahan Antibodi
"Seberapa menular Varian Delta Plus akan menjadi faktor penting untuk menentukan penyebarannya yang cepat atau sebaliknya," kata Vineeta Bal, staf pengajar di Pune's Indian Institute of Science Education and Research.
"Jika ada orang terinfeksi varian ini, dia sejauh ini tidak perlu begitu khawatir," tambahnya.
(Hantoro)