Tempat Bertapa Para Raja Dahulu Kala
Konon Gunung Kawi diyakini sebagai tempat pertapaan para raja Jawa di zaman dahulu. Salah satunya yang paling terkenal adalah Prabu Kameswara.
Salah satu situs peninggalan yang terdapat di Gunung Kawi yaitu sebuah keraton yang terletak di ketinggian 700 meter dengan daya tempuh sekitar setengah jam dari makam Eyang Soedjogo.
Keraton tersebut diyakini sebagai tempat bertapa sosok Prabu Kameswara. Cerita yang beredar adalah bahwa setelah sang Prabu selesai bertapa di tempat itu, beliau berhasil menyelesaikan kekacauan politik di kerajaannya. Berdasarkan legenda tersebut, petilasan itu banyak digunakan sebagai praktik pemujaan bahkan pesugihan.
Kisah Pemilik Bisnis Rokok ‘Bentoel Group’ dan Pendiri BCA
Salah satu misteri terbesar yang semakin menegaskan aura Gunung Kawi yang diyakini sebagai surga bagi para pengais rezeki.
Ternyata kemujuran dari wisata ‘ngalap berkah’ juga pernah dirasakan oleh pemilik bisnis rokok yang bernama Ong Hok Liong di tahun 1950-an.
Alkisah bisnis rokoknya sedang mengalami kemerosotan dan hampir bangkrut kala itu. Lalu ia memutuskan untuk berziarah ke daerah Gunung Kawi, dan di malam harinya ia bermimpi melihat buah bentul.
Penasaran dengan mimpi tersebut, Ong Hok Liong bergegas menanyakan perihal mimpinya kepada juru kunci gunung yang mengatakan bahwa ia harus mengganti merk rokoknya menjadi ‘Bentoel’. Mendengar petuah tersebut, Hok Liong benar-benar melakukannya pada tahun 1954. Sejak saat itu, rokok Bentoel Group masih bertahan dan terus berkembang hingga saat ini atau beberapa dekade setelah kejadian itu.
Selain bos dari Bentoel Group, dikabarkan bahwa salah satu dari pendiri BCA juga melakukan wisata ‘ngalap berkah’ sebelum ia akhirnya menjadi kaya raya. Namun hingga kini masih tidak dapat diketahui kebenaran dari rumor tersebut.
Terlepas dari benar atau tidaknya misteri-misteri tersebut, satu hal yang pasti bahwa pesona Gunung Kawi telah mengundang banyak wisatawan maupun peziarah yang tentunya menjadi ladang rezeki bagi warga setempat. Bahkan jikalau berkunjung kesana, anda mungkin akan menjumpai beberapa pengemis yang memanfaatkan peluang dari ramainya peziarah.
(Salman Mardira)