"Ini membuat kita semua menjadi prihatin, karena perokok di Indonesia menjadi salah satu yang paling aktif untuk dilakukan, dibandingkan dengan negara-negara lain," katanya saat konferensi pers Hari Tnpa Tembakau Sedunia secara virtual, Senin (31/5/21).
Lebih lanjut, pada 2020 WHO melaporkan bahwa penggunaan tembakau lebih dari 8 kita orang setiap tahun, terdiri dari 7 juta pengguna aktif tembakau. Sedangkan 1,2 juta lainnya merupakan perokok pasif.
Wamenkes menambah, hal ini berimbas kepada para perokok pasif yang terkena imbas dari perokok aktif. Di mana ancaman kesehatan, seperti kematian mengincar.
(Dyah Ratna Meta Novia)