Menurut Ira dan teman sekamarnya, para suster dan dokter pun sangat ramah serta para pasien merasa bahwa mereka dirawat dengan baik. Dari cuplikan Youtubenya, bisa dilihat bahwa para pasien pun akrab dengan para nakes.
Setelah dari ruang nakes, Ira lanjut memberikan tur di lantai dasar yaitu di lapangan lantai dasar, tempat para pasien berolahraga seperti senam, voli, dan lainnya. “Nah jadi kadang-kadang ya yang instruktur senamnya itu ada yang dari penari (dancer), kadang-kadang artis juga,” ujar Ira.
Para pasien di Wisma Atlet diwajibkan untuk berolahraga.
Mereka kerap memenuhi lapangan tersebut saat pagi maupun sore untuk berjemur, yang merupakan salah satu cara meningkatkan imun tubuh demi mempercepat penyembuhan COVID-19.
“Jadi kalau di sini senam itu instrukturnya adalah para relawan gitu, jadi semuanya (pengikut senam) adalah pasien covid juga,” ujar Ira sambil menunjukkan lapangan kobra yang luas dan ramai tersebut.
Saat beraktivitas di luar kamar, penghuni Wisma Atlet tetap diwajibkan menaati protokol kesehatan seperti memakai masker dan jaga jarak. Mereka akan diizinkan pulang kalau hasil tesnya sudah negatif COVID-19.
Doni, seorang pasien COVID-19 di Wisma Atlet mengatakan, pasien-pasien di sana diperlakukan baik oleh petugas kesehatan. “Di sini dapet perawatan, ya dilayani dengan baiklah,” katanya.
(Salman Mardira)