Menurut keduanya, Raden Saleh telah memperkenalkan Jawa kepada orang-orang Jerman melalui karya seni.
“Bayangkan seorang Jawa bisa hadir di Maxen ratusan tahun lalu dan menjadi bagian dari masyarakat Maxen dan dihormati karena karya lukisnya yang luar biasa,” tambah mereka di sela-sela acara peringatan yang diiringi pertunjukan angklung Sunda dan tarian tradisional Dayak itu.
KBRI Berlin pun memberikan empat pohon apel yang ditanam di sepanjang jalan setapak menuju Rumah Biru, yang berstatus cagar budaya dan dilindungi oleh Pemerintah Jerman, guna memperingati kelahiran Raden Saleh dan sebagai simbol penghormatan atas jasanya sebagai “Duta Budaya” Indonesia untuk Jerman pada abad ke-19.
(Salman Mardira)