LOS ANGELES - Video menyeramkan yang menampilkan sosok berjubah hitam ramai diperbincangkan di media sosial, karena seorang pelayan sebuah restoran terlihat terlampau tenang menangani situasi tersebut.
Kedengarannya seperti sesuatu yang langsung dari film horor, bukan?!
Tapi seorang wanita baru-baru ini melihat sosok seram berdiri di luar jendela restoran tempat dia bekerja.
Alih-alih bersembunyi atau panik, karyawan yang tidak disebutkan namanya memutuskan untuk merekam pengalaman aneh itu dan dia tampak sangat tenang.
Baca Juga:
Seluruh Tempat Wisata di OKU Sumsel Tutup saat Libur Lebaran
Menurut laporan The Mirror, rekamannya dibagikan di akun TikTok @spookypost.
"Dia menghadapinya dengan sangat keren. Ini adalah salah satu mimpi terburuk saya."
Dalam klip tersebut, wanita yang tidak disebutkan namanya terlihat berjalan keluar dari belakang restoran, dan mendekati sosok berjubah yang berdiri di jendela.
Saat berjalan, dia berkata, "Aku akan terbunuh. Siapa ini? Ya ampun, bro."
Dia berhenti tepat di depan kaca dan terkekeh saat berhadap-hadapan dengan sosok itu. Dengan pulpen yang dibawa, ia mengetuk-ngetuk kaca. Lalu sosok itu membalasnya dengan meletakan tangannya di jendela.
Akhirnya, karyawan restoran tersebut lari dan menjauh.
Setelah Okezone selidiki lebih lanjut, video tersebut pertama kali diunggah oleh akun TikTok @theblazebeauty77 dan telah dilihat sebanyak 5,3 juta kali. Wanita itu kembali membagikan klip lain yang menunjukan sosok berjubah berdiri di pintu masuk restoran ketika ia hendak membukanya.
“Siapa dia? Saya hanya ingin membuka toko ini dan melihatnya di pintu masuk. (Dia) tidak bisa menakutiku,” tulisnya dalam video.
Sekitar tujuh jam setelah memposting video pertama, ia kembali mengunggah video dengan sosok yang sama. Sosok tersebut kali ini ada di depan meja kasir sambil membunyikan bel.
“Saya bersembunyi di freezer sampai buka, dan baru kembali saat siang untuk bekerja,” jelasnya ketika ditanya seorang warganet bagaimana nasibnya.
Jika saja sosok itu tidak berjubah hitam dari ujung kepala hingga kaki dan wajahnya dapat terlihat, semua orang akan menganggapnya pelanggan biasa yang datang untuk memesan makanan.
(Edi Hardian )